Banner

Minggu, 19 Oktober 2014

Batik Cirebon - Atasi Stress , Aktris Ini Mempunyai Ritual Cium Batik

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Ayu Dyah Pasha mengaku sering dilanda stress akibat kegiatannya yang padat. Apalagi, Ayu sedang sibuk membina Putra Putri Batik 2014 yang memiliki 5000 peserta. Namun, aktris berusia 50 tahun itu punya cara tersendiri, untuk menghilangkan stres.
“Karena saya hidup cinta batik. Salah satu cara ngilangin stres itu adalah memajang kain batik, manjangin dan cium, bau kain batik itu kan khas, nah itu bisa menetralisir, stres hilang,” kata Ayu seperti yang dilansir Nyata (Jawa Pos Group).
Ayu memang sangat mencintai batik. Menurut ketua Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN) itu, dirinya sudah tidak bisa dipisahkan dari batik. “Buat saya batik itu menjadi filosofi kehidupan. Menjadi bagian kehidupan yang sudah tidak bisa dipisahkan. Batik itu soulmate saya,” katanya.
Batik Cirebon - Ayu kagum dengan antusias para peserta yang ingin memperkenalkan batik daerah masing-masing. Di ajang kontes yang ke-4 itu, banyak juga peserta dari kawasan Indonesia Timur. “Semakin tahun antusiasme peserta Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara makin meningkat. Apalagi di luar dugaan peserta dari timur. Mereka antusias sekali mengikuti ajang ini,” katanya.
Ayu juga rela melepas pekerjaannya sebagai pemain sinetron untuk mengurus Putra Putri Batik-nya. “Kami ingin batik menjadi trend, dan pemuda juga merasa bangga dengan batik,” katanya.
Pada Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2014 terpilih Juara 1 diaih Garuda Cakti (Surabaya) dan Nina Jane (Jakarta). Sementara Juara 2 diraih Adrianus Sandy (Jakarta) dan Fransisca Oky (Solo). Juara 3 diraih Gusti Made (Denpasar) dan Cindy Herlin (Jakarta). “Saya bangga dengan anak-anak Indonesia suka dengan batik,” katanya.(ratih) (batik cirebon)

Sabtu, 18 Oktober 2014

Batik Cirebon - Pewarna Batik Alami dipakai di Kalimantan

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) membuat pewarna batik alami dari buah mangrove. Ini merupakan solusi atas pencemaran lingkungan akibat penggunaan pewarna sintetis pada industri batik.
Menurut Ketua Pusat Studi Zat Pewarna UNS Paryanto, pewarna alami ini sudah diujicobakan pada batik khas Bontang, Kalimantan Timur. Dia berharap, inovasi ini bisa diterima secara luas, terlebih lagi kota Solo adalah sentra industri batik yang sangat besar.
"Sebagian produsen batik di Solo dan sekitarnya mulai memperkenalkan produk batik dengan pewarna alam. Misalnya di Boyolali, sudah mulai  mengembangkan  warna alam dari kesumba, di bawah bimbingan UNS," papar Paryanto, di Solo Jawa Tengah.
Batik Cirebon - Paryanto menjelaskan, pihaknya juga melakukan pembinaan dalam pengembangan inovasi pewarna batik dari buah mangrove ini di Bontang, Kalimantan Timur. Di sana ada batik Etam yang sampai saat ini memproduksi batik dengan warna alami dari mangrove jenis Rhizopora Mucranata.
Proyek pembuatan pewarna alami dari mangrove ini melibatkan tiga mahasiswa Teknik Kimia UNS angkatan 2010. Mereka adalah Amirza Rahmana Prabowo, Jagis Rama Wijaya dan Josita Kusumadewi.
Ketiganya tertarik meneliti mangrove ketika praktik di Bontang, Kalimantan Timur, dan melihat persediaan buah ini begitu melimpah. Diperkirakan, Indonesia menjadi rumah bagi sekira 64 spesies mangrove.
Pewarna batik alami ini memang harus terus di kembangkan. Melihat penggunaan pewarna batik sintetis sudah begitu mengkhawatirkan. Limbah yang di hasilkan oleh pewarna sintetis ini cukup merusak lingkungan. Di tengah perkembangan batik yang sangat pesat ini, penggunaan pewarna sintetis akan semakin banyak dan limbah pun bisa saja semakin bertambah banyak dan semakin mencemari lingkungan.
Kontribusi mahasiswa UNS ini sangat bagus, mereka masih sangat muda namun kontribusinya sangat baik. Walau bagaimanapun, pewarna alam akan lebih di hargai oleh alam. Dan hasil limbahnya pun tidak begitu mencemari lingkungan. Perlu adanya inovasi-inovasi baru dari mahasiswa-mahasiswa di Indonesia untuk terus mengembangkan batik. Baik dari segi pewarna maupun dari segi design yang terus perlu di perbaharui agar peremajaan batik tetap hidup tidak di makan waktu. (batik cirebon)

Jumat, 17 Oktober 2014

Batik Cirebon - Di Masa SBY Batik, Angklung dan Keris Diakui UNESCO

SBY dan Istri
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong rakyat Indonesia ikut aktif mewartakan keunggulan budaya Nusantara kepada dunia. Hasilnya, sejumlah budaya Indonesia mendapat pengakuan internasional termasuk juga Batik Cirebon.
"Semua harus jadi duta bangsa. Wartakan kepada dunia tentang keindahan, keunikan dan kekhasan Indonesia," seru Presiden SBY saat membuka Word Summit Batik di JCC, Senayan, Jakarta (28/9/2011) silam.
SBY mengaku sangat suka memakai batik, termasuk saat bertemu dengan para pemimpin negara sahabat. Menurutnya, batik dapat digunakan sebagai sarana berdiplomasi.
"Letakkan batik sebagai sarana untuk diplomasi dan membangun persahabatan dengan negara sahabat. Meski batik ada di banyak negara, tapi batik Indonesia khas dan indah. Saat bangsa lain ingat batik, maka dia ingat Indonesia ," ucapnya SBY.
"Amerika dikenal dengan Coca Cola dan Hollywood. Turki dengan Blue Mosque. Singapura dengan logo singa. Indonesia punya banyak yang khas. Ada keris, wayang, batik, angklung, Raja Ampat, Toba, Borobudur, kopi luwak, nasi goreng dan ratusan lagi," sambungnya.
Di masa pemerintahan SBY, pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang dikutip detikcom pada Jumat (17/10/2014), pengakuan UNESCO terhadap hasil karya budaya bangsa diberikan untuk Keris (2005), Batik (2009), dan Angklung (2010) sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Selain itu, Tari Saman diakui pada tahun 2011 dan Noken pada tahun 2012 sebagai Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding. Lanskap Budaya Bali (Subak) juga diakui sebagai World Cultural Heritage pada tahun 2012. Presiden SBY selanjutnya menggagas World Culture Forum di Bali pada tahun 2013 untuk meningkatkan peran Indonesia dalam diplomasi kebudayaan di dunia internasional. Forum tersebut
menghasilkan ‘Bali Promise’ yang menyerukan pada negara/pemerintah di dunia untuk berkomitmen agar mengintegrasikan budaya dalam agenda pembangunan yang Berkelanjutan pasca 2015. (batik cirebon)

Kamis, 16 Oktober 2014

Batik Cirebon – Tampil Cantik dengan Scarf Batik

batik cirebon
batik cirebon
Batik Cirebon - Scarf sudah menjadi aksesoris yang tidak lagi di jadikan sebagai pelengkap pakaian saja. Namun, dengan teknik lipatan yang tepat dan tentu saja perpaduan warna yang cocok, srarf bias menjadi hiasan yang lebih memperindah gaya berbusana seseorang.
Beberapa praktisi fashion, memperlihatkan teknik melipat scarf di luar pemakaian umum. Pada umumnya, orang hanya menalungkan scarf di leher tanpa teknik lipatan yang indah. Dan terkadang terkesan kurang rapih.
Scarf bukan hanya sebagai pelengkap saja, tapi beberapa orang sudah menjadikan scarf sebagai hiasan utama. Bahkan menjadi penunjang untuk menambah keindahan pakaian.
Batik Cirebon - Syal leher aksesoris fashion penting ditambah kegunaan tertentu mereka cenderung membuat kita semua menghargai ini semua lebih. Sebuah selendang leher dasar tersedia di sejumlah kain bentuk dan bentuk. Seseorang bisa menggunakan ini di hampir setiap saat sepanjang tahun atau bahkan untuk setiap kesempatan khusus. Mereka bahkan bisa menjadi unsur pakaian Anda sendiri profesional serta membuat Anda tampil modis dengan pakaian kasual.
Scarf pun kini semakin beragam, kain batik yang di anggap sebagai kain tradisional kini kain batik di ubah menjadi scarf yang cantik dan bernuansa modern.
Sementara banyak orang akan memakai salah satu aksesoris fashion brilian seluruh tempat dingin untuk menjaga diri dari dingin Anda dapat menggunakannya untuk meningkatkan citra Anda. Mereka biasanya terikat seluruh leher dalam berbagai gaya yang berarti Anda pasti tidak terbatas untuk mengikat hanya satu teknik tunggal.
Sejumlah teknik yang digunakan dalam mengikat dan mengenakan syal leher akan ditampilkan sebagai berikut :
1. Bow Faux Ini bisa menjadi fantastis untuk yang mengenakan leher terbuka. Memanfaatkan sebuah selendang leher persegi panjang dan mengikat simpul longgar dan menempatkan simpul tertentu di bawah dagu Anda. Pada titik ini mencampur berakhir tepat di belakang leher dan mengambil ini ke depan. Setelah itu posisi ujung syal Anda di dalam simpul longgar agar mereka berakhir dengan cara yang berlawanan lengkap setelah memperketat berakhir sedikit.
2. Knot Hacking Ini biasanya sebuah metode yang relatif mudah olahraga selendang leher Anda namun akan terlihat benar-benar baik dalam pakaian santai atau formal. Lipat syal leher Anda ke dalam satu setengah dan menempatkan ini di seluruh leher Anda. Pergi ke depan dan mengambil ujung dan lulus ini dalam lipatan tengah dan juga sedikit mengencangkan ini di bawah dagu Anda. Anda mungkin dapat memutar bahwa hanya sedikit agar lipatan tengah sebenarnya sedikit ke satu daerah serta memungkinkan ujungnya menjuntai bebas.
Ada banyak metode inventif tambahan untuk mengikat putaran selendang leher. Namun demikian perlu diingat untuk menyesuaikan dengan mode syal Anda sendiri bahkan lebih dengan menggunakan sebuah cincin atau pin syal. Anda mungkin dapat membuat pernyataan fashion dengan hanya mengenakan syal leher teknik khusus khas Anda. (Batik Cirebon)

Selasa, 14 Oktober 2014

Batik Cirebon - Zuckerberg Tak Pakai Sarung Batik di Borobudur

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon — CEO Facebook, Mark Zuckerbeg, sempat singgah di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (12/10/2014). Di laman Facebook-nya, dia terlihat hanya mengenakan celana pendek, tak sesuai aturan wajib bersarung batik. Kok bisa?
"Seluruh wisatawan yang menikmati sunrise pada Minggu kemarin memang tidak memakai batik khas Borobudur karena memang tidak disediakan," kata Estry, Marketing Hotel Manohara Borobudur Magelang, melalui sambungan telepon, Senin (13/10/2014).
Estry beralasan, sejak dua bulan terakhir terjadi kekurangan batik karena banyak wisatawan membawa pulang kain batik yang mereka kenakan saat naik ke candi. "Seharusnya dikembalikan lagi. Untuk sementara ini kami belum sediakan lagi. Kami sudah pesan hanya saja belum datang," ujar dia.(Estry)
Kain batik, aku Estry, memang wajib dikenakan wisatawan saat naik ke Candi Borobudur. Dia pun mengatakan, ada perbedaan corak batik yang dipakai wisatawan reguler dengan wisatawan khusus paket wisata sunrise.
Batik Cirebon - Untuk paket sunrise, kata Estry, batik hanya disediakan di Hotel Manohara dan warnanya lebih cerah. "Jadi memang tidak ada perlakuan khusus bagi Mark Zuckerberg," ujar dia. Menurut Estry, Zuckerberg pun menikmati matahari terbit dari lantai 10 candi, sebagaimana wisatawan biasa.
Kedatangan Zuckerberg ke Borobudur bahkan Estry akui tak diketahui pengelola wisata candi ini. Tak ada pula permintaan khusus untuk kedatangan bos Facebook ini.
"Biasanya kalau ada tamu khusus, seperti pejabat baik luar negeri atau dalam negeri, ada pemberitahuan sebelumnya, agar kami menyediakan tempat atau area khusus di Candi Borobudur," papar Estry.
"Kami tidak tahu kalau ada Mark Zuckerbeg di antara para wisatawan baik mancanegara maupun domestik yang ikut paket wisata sunrise kemarin pagi," ujar Estry.
Catatan Hotel Manohara, sebut Estry, ada 165 orang wisatawan mancanegara dan domestik yang menikmati wisata matahari terbit di candi ini pada Minggu sekitar pukul 04.30 WIB hingga pukul 07.00 WIB.Para wisatawan datang melalui beragam jasa agen perjalanan di Magelang dan Yogyakarta. Dari jumlah itu, 153 di antaranya menginap di Hotel Manohara dan selebihnya menginap di Hotel Amanjiwo, hotel mewah di kaki Bukit Menoreh. Zuckerberg diduga menginap di Hotel Amanjiwo.
"Saat mendaftar, semua memakai nama grup masing-masing biro wisata, tidak nama masing-masing wisatawan. Kalau Mr Mark sendiri pakai nama grup Weidner Pty," tutup Estry.(batik cirebon)

Senin, 13 Oktober 2014

Batik Cirebon - Ratusan Pengrajin Batik Tulis Siap Hadapi MEA

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Sebanyak 600 perajin batik tulis di Wukirsari Imogiri, Bantul, Yogyakarta menyatakan siap menghadapi persaingan pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, karena produk tradisional ini memiliki ciri khas tersendiri.
"Kami tidak khawatir akan persaingan pasar bebas nanti, karena kualitas dan batik tulis tradisional yang sulit ditiru produk lainnya," kata perajin Batik Suka Maju Wukirsari Imogiri Bantul Yogyakarta, Agus Basuki, di Pameran Trade Expo Indonesia 2014, di Jakarta, Sabtu (11/10/2014).
Ia mengatakan, daerah Wukirsari Imogiri Bantul merupakan daerah sentra batik tulis di Yogyakarta, dan pengerjaan batik tersebut telah dilakukan dari dahulu hingga sekarang. Serta diwariskan secara turun-temurun, sehingga kelestarian membatik tetap lestari.
"Selama ini, pembeli dari luar negeri seperti Jepang, Amerika Serikat, Afrika dan negara lainnya yang datang membeli langsung hasil batik perajin, sehingga pengrajin tidak perlu khawatir pada pasar bebas nanti," ujarnya.
Saat ini, kata dia, permintaan batik tulis pasar internasional didominasi dari pasar Jepang yang mencapai 100 lembar per bulan, Amerika Serikat 50 lembar per bulan, Afrika sebanyak 50 lembar per bulan, dan Belanda sebanyak 50 lembar per bulan, serta pasar negara lainnya.
"Selama ini, pangsa pasar batik tulis ini dari kalangan ekonomi menengah ke atas, karena harga batik ini cukup tinggi dari Rp300 ribu per lembar hingga Rp10 juta per lembar tergantung jenis motif batik yang diminati konsumen," ujarnya.
Demikian juga, perajin batik tulis Kota Mojokerto, Bu Dar, menyatakan MEA tidak mempengaruhi usahanya yang telah ditekuni secara turun temurun tersebut. "MEA tidak masalah, karena sejak 2000 hingga saat ini pemasaran batik tulis lebih banyak dipasarkan di pasar luar negeri," tambahnya (Bu Dar).
Bahkan sebaliknya, kata dia, diberlakukannya MEA ini malah akan menguntungkan para pengrajin batik tulis, karena pengusaha akan lebih bebas membeli berbagai produk batik tulis yang bermotif unik. Misalnya wayang, sekar jagad, sido asih, wahyu temurun, teripang, Megamendung Batik Cirebon. dan yang lainya .
"Pengerjaan satu helai kain batik tulis bisa mencapai satu hingga dua bulan tergantung motif dan tingkat kesulitan motif tersebut," lanjut dia.
Sementara itu, kata dia, permodalan usaha batik tulis cukup karena bahan baku masih berlimpah dengan harga yang cukup terjangkau.
"Untuk memperoleh modal di perbankan cukup mudah, pihak bank siap memberikan berapapun pinjaman yang dibutuhkan perajin, namun demikian, perajin enggan untuk memanfaatkan akses permodalan dari perbankan tersebut," katanya.
Menurut dia, perajin kurang berminat memanfaatkan akses permodalan di perbankan tersebut karena tidak mau terbebani membayar cicilan pinjaman di bank tersebut.
"Untuk menghasilkan batik tulis yang berkualitas, perajin perlu suasana hati, pikiran yang tenang, jika perajin diburu utang tentu hasil batik kurang baik," pungkasnya. (batik cirebon)

Minggu, 12 Oktober 2014

Batik Cirebon - Batik Klasik Cirebonan Diminati Turis Jepang

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Para perajin batik di daerah Pantura, Kabupaten Cirebon mengaku batik tulis tradisional
motif klasik Cirebonan cukup diminati oleh turis asal Jepang.
Haryono, salah seorang perajin batik di Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kepada
wartawan di Cirebon, Minggu, mengatakan, batik klasik dengan motif khas Cirebon cukup diminati oleh
turis asal Jepang.
Dikatakannya, berbagai motif batik tulis klasik seperti motif Paksinaga Liman, Megamendung, Patran
Keris, Singa Payung, Singa Barong, dipesan turis Jepang untuk dijadikan bahan pakain model Kimono.
Menurut dia, permintaan batik tulis klasik tersebut cukup menggairahkan, karena kain batik cirebon tersebut
semakin diminati oleh turis Jepang, Singapura, Taiwan, dan Eropa. Dalam satu pekan bisa terjual 90
lembar kain batik.
"Batik klasik Paksinaga Liman, Megamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, membutuhkan
keahlian khusus untuk mengerjakannya," kata dia.
Batik Cirebon - Cirebon merupakan daerah penghasil batik yang memiliki motif unik dan khas. Yang harus dipertahankan
sehingga mampu bersaing dan diminati oleh pasar ekspor seperti Singapura dan Eropa.
Sementara itu Akiko salah seorang turis asal Jepang mengaku motif batik klasik khas Cirebon memiliki
gambat menarik, meski perpaduan warna cukup sederhana.
Ia mengatakan, bahan batik klasik cocok sebagai kain khas Jepang kimono, selain lembut dan halus bisa
dikenakan saat musim panas.
Akiko membeli tiga kain batik untuk dibawa pulang.(batik cirebon)

Sabtu, 11 Oktober 2014

Batik Cirebon - Pengusaha Batik Siap Hadapi MEA

Batik Cirebon Batik Indonesia
Pengusaha Batik Siap Hadapi MEA
Batik Cirebon - Lantaran tidak mungkin menolak,  pengusaha batik di  Kota Pekalongan kini telah mempersipakan diri untuk menyambut pasar bebas Masayarakat Ekonomi Asean (MEA). Mereka siap bersaing dengan produk dari negara lain tahun 2015  mendatang.
Salah satu pengusaha batik Haris Riyadi menuturkan, tahun 2015 seluruh produk dan jasa dari negara anggota Asean diperdagangkan bebas tanpa ada hambatan,agar bisa tetap bertahan dan bersaing,  pelaku industri batik dituntut harus bisa  menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu, mereka juga harus mampu  lebih kreatif dan inovatif dalam menentukan produk..“Hal itu tidak bisa ditawar lagi dan harus dihadapi pelaku industry, jika ingin tetap eksis dan maju di kancah globalisasi ”katanya.
Batik Cirebon - Sementara beberapa pengusaha lainya, seperti H Samsudin menuturkan, pasar bebas regional tidak hanya menuntut pelaku usaha saja yang harus kretatif, namun juga pemerintah daerah untuk mempersipakan daya saing pelayanan yang mumpuni.Mengingat akan terjadi persaingan yang ketat dan sehingga pemerintah harus pro aktif melakukan sosialisasi dan promosi tentang produk daerahnya. Selain itu pemerintah dituntut untuk lebih bisa melakukan terobosan  mengembangkan lagi pemasaran produk lokal hingga ke mancanegara. “Apalagi selama ini Pekalongan terkenal dengan produk batiknya yang hebat,”katanya,

Produk Unggulan Batik di Indonesia

Indonesia memiliki banyak produk unggulan batik, di banyak daerah Indonesia merupakan sentra pengrajin turun temurun. Di batik cirebon misalkan, di Cirebon terkenal dengan batik trusmi. Itu yang sebenarnya bisa membuat diferensiasi dengan negara lain. Yang tidak kalah penting lagi, Indonesia harus yakin dengan produk buatannya sendiri. Cinta produk dalam negeri pun sangat penting untuk mengarungi pasar bebas atau di sebut MEA. Karena beberapa orang masih menganggap, produk luar negeri lebih berkualitas, padahal tidak demikian. Maka dari itu, dimulai dari mencintai produk dalam negeri sendiri maka kita membantu perekonomian Indonesia dan membantu produk-produk dalam negeri untuk mampu bersaing di pasar bebas MEA.(batik cirebon)

Kamis, 09 Oktober 2014

Batik Cirebon - Kain Batik, Warisan Budaya Kaya Filosofi

Batik Cirebon
Kain Batik Warisan Budaya Kaya Filosofi
Batik Cirebon - Kain batik merupakan sebuah seni warisan budaya tanah air yang senantiasa melegenda. Kain batik yang telah ada sejak zaman kejayaan kerajaan-kerajaan di Nusantara hingga kini masih saja terus menginspirasi orang yang memakainya. Bahkan, kini kain batik telah dipandang sebagai jati diri bangsa yang mampu membuat segan industri fashion dunia.

Kain batik memang memiliki keunikan dalam segi corak, warna, proses pembuatan, serta kisah dibalik kemunculannya. Jika dahulu kain batik cenderung hanya memiliki motif tumbuhan dan hewan, kini motif kain batik telah banyak berkembang dengan menyatukan konsep abstrak dan dekoratif yang unik.

Setiap corak yang dimiliki kain batik tersebut pastinya memiliki filosofi tersendiri. Keberagaman filosofi inilah yang kemudain semakin memperkaya warisan budaya di tanah air. Penasaran dengan filosofi pada setiap motif kain batik tanah air? Yuk intip di sini:

1. Mega Mendung
Jenis motif kain batik yang satu ini juga mulai sering dan populer di pasaran. Motif kain batik satu ini berbentuk mirip dengan lengkungan awan yang naik turun dan memiliki filosofi yang menggambarkan tentang kehidupan manusia yang serba tidak menentu dan itu adalah motif khas Batik Cirebon.

2. Parikesit
Gesit dan cekatan itulah yang menjadi filosofi utama pada motif kain batik unik ini. Makna secara lengkapnya adalah bahwa dalam mencari kemuliaan, seseorang harus gesit dalam bekerja keras. Namun, usaha yang dilakukan ini tetap tidak boleh menabrak norma-norma yang berlaku di masyarakat.

3. Sido Drajat
Motif kain batik Sido Drajat ini memiliki makna filosofi tentang pendidikan yang mampu menunjukkan strata sosial seseorang dan jenis kelamin pemakainya. Sebagai contoh, semakin panjang jarit yang dikenakan oleh seseorang, maka semakin tinggi pula status sosialnya.

4. Batik Liris
Motif kain batik liris ini juga merupakan motif favorit yang paling banyak digemari. Tak kalah menarik, kain batik satu ini juga memiliki makna dalam berupa ketabahan dan kesabaran pemakainya saat hidup kekurangan dan dalam keadaan yang menyedihkan. Filosofi kain batik liris ini juga menyiratkan kehidupan pasangan pengantin yang baru menikah untuk tetap bersabar dalam kekurangan.

5. Parang kusuma
Semangat perjuangan untuk mencari kebahagiaan lahir dan batin menjadi filosofi utama yang melandasi kain batik motif parang kusuma. Kebahagiaan dalam kain batik ini disiratkan melalui nama ‘kusuma’ yang berarti bunga yang mampu memberikan keharuman dan memunculkan kebahagiaan.

Nah, sekarang bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mengetahui filosofi kain batik yang Anda miliki di rumah? Mengenakan kain batik yang kita pahami filosofi yang ada dibaliknya pasti akan melahirkan perasaan positif tertentu yang selalu membuat Anda bersemangat dalam melakuan aktivitas.(batik cirebon)

Rabu, 08 Oktober 2014

Batik Cirebon - Fardhan : Batik Itu Trendy

Batik Cirebon
Muhammad Fardhan Batik Itu Trendy
 
 
 
 
 





 
 
Batik Cirebon - Batik menjadi ciri khas bangsa. Sebagai identitas Indonesia. Jangan pernah malu menunjukkan identitas
diri, hal itu membuat Muhammad Fardhan tak pernah malu mengenakan batik.
Mantan kekasih Dhini Aminarti tersebut mematahkan pendapat jika anak muda mengenakan batik itu akan terlihat tua. "Banyak
orang yang menilai ia akan terlihat tua mengenakan batik, padahal batik saat ini justru banyak variasi dan akan terlihat
trendi," kata Fardhan

Pendapat Muhammad Fardhan Tentang Batik Untuk ABG

Batik Cirebon - Fardhan membeberkan rahasianya tampil trendi dengan batik. "Batik tidak hanya diperuntukkan untuk acara-
acara resmi, melainkan bisa dikenakan untuk bergaul," lanjutnya. "Coba saja mengenakan batik dan memadukannya dengan
celana jins, pasti akan terlihat lebih gaya".
Menurut bintang Jiran ini, alasannya mengenakan batik ialah untuk melestarikan batik itu sendiri. Mengapa perlu
dilestarikan? karena ingin mengenalkan batik pada generasi muda, bahwa Indonesia punya pakaian khas yang telah diakui
dunia hingga sekarang. Contoh nya Batik Cirebon yang motif batik nya sangat indah yaitu batik Mega Mendung
"Jika orang lain mengakui identitas itu, mengapa kita tidak bangga akan hal itu. Mulai membiasakan menggunakan batik,
misalnya saat bekerja. Mengapa tidak kenakan batik, kenapa justru memakai jas yang notabene bukan dari Indonesia" kata Fardhan, ayo lestarikan Batik Indonesia dengan cara mengakui Batik Indonesia dan memakai nya jangan hanya di acara-acara resmi saja tetapi gunakanlah sehari-hari jika bisa.(batik cirebon)

Kamis, 25 September 2014

Batik Cirebon - Gali Eksistensi Batik Trusmi di Eropa

ebatiktrusmi
Batik Cirebon – Beberapa orang bijak berkata bahwa bangsa yang besar yaitu bangsa yang dapat menyukai serta melindungi kebudayaan bangsanya sendiri. Banyak type budaya yang dipunyai negara terkasih ini, budaya yang berbentuk abstrak hingga kongkret sampai hingga budaya itu mejadi ciri khas atau jati diri bangsa ini lantaran budaya itu sudah mendarah daging serta telah jadi rutinitas dalam kehidupan bermasyarakat keseharian. Orang-orang yang menyukai negaranya umumnya dapat membawa eksistensi budaya negaranya sampai ke mancanegara, serta sudah pasti pasarkan budaya juga sebagai maksud wisata internasional yang membuahkan devisa tinggi. Waktu itu juga eksistensi batik di eropa dapat di tingkatkan.
Menggali Eksistensi Batik di Eropa Seperti contoh budaya batik sebagai simbol atau lambang orang pribumi yang masih tetap berbau kraton, misalnya beberapa orang dilingkungan kraton surakarta, Jogjakarta atau batik cirebon bikin serta menggunakan batik sehari-hari atau tiap-tiap ada acara di kraton, itu adalah satu budaya yang sudah jadi satu kebiasaan rutinitas yang mencermikan kepribadian diri manusia itu.
Keindahan motif serta corak batik bukanlah saja bikin orang Indonesia terpukau, demikian dengan juga reaksi warga asing, mereka spontan luluh dengan pesona batik yang rupawan. Inilah kebanggaan yang diketemukan oleh beberapa Putra-Putri Batik Nusantara. Batik satu diantara warisan budaya Indonesia yang eksistensinya diakui industri mode internasional. Beragam selebriti dunia misalnya Jessica Alba mengenakannya serta desainer Amerika, Diane von Furstenberg juga menerapkannya ke koleksinya.
Kenyataan di mana diversifikasi batik belum terlampau kuat. Dalam soal ini kita mesti tahu seperti apa pasar yang di gemari di eropa. Negara seperti eropa atau amerika pasti mempunyai selera yang tidak sama. Tak dapat disamakan dengan apa yang laris dijual di Indonesia lalu dipasarkan ke luar.
Industri mode internasional yang sekarang ini tengah dihantam krisis ekonomi pastinya juga menyesuaikan dengan garis rancangan yang sederhana serta siap gunakan. Product yang semula ditangani dengan cara detil sangat terpaksa alami penyederhanaan untuk menghimpit biaya produksi. Hal inipun mesti jadi pertimbangan waktu membawa batik ke pasar internasional. Saat pasar internasional pesan batik catat dalam jumlah beberapa ribu telah pasti susah untuk melindungi ketekunan warna. Dalam soal ini batik printing bakal lebih unggul, namun yang di kuatirkan makin lama batik catat bakal makin di tinggalkan.
Hal semacam ini terkait dengan taste yang dipunyai setiap orang. Ini dapat mengingatkan kita bakal style Eropa yang didominasi Paris serta Milan untuk masalah mode. Milan yang style desainnya sangatlah kental nuansa dekoratif, kebiasaan serta glamor sangatlah bertolak belakang dengan Paris yang siluetnya bersih, struktural serta memprioritaskan pakem timeless. (batik cirebon)

Rabu, 30 Juli 2014