Banner

Rabu, 08 Oktober 2014

Batik Cirebon - Fardhan : Batik Itu Trendy

Batik Cirebon
Muhammad Fardhan Batik Itu Trendy
 
 
 
 
 





 
 
Batik Cirebon - Batik menjadi ciri khas bangsa. Sebagai identitas Indonesia. Jangan pernah malu menunjukkan identitas
diri, hal itu membuat Muhammad Fardhan tak pernah malu mengenakan batik.
Mantan kekasih Dhini Aminarti tersebut mematahkan pendapat jika anak muda mengenakan batik itu akan terlihat tua. "Banyak
orang yang menilai ia akan terlihat tua mengenakan batik, padahal batik saat ini justru banyak variasi dan akan terlihat
trendi," kata Fardhan

Pendapat Muhammad Fardhan Tentang Batik Untuk ABG

Batik Cirebon - Fardhan membeberkan rahasianya tampil trendi dengan batik. "Batik tidak hanya diperuntukkan untuk acara-
acara resmi, melainkan bisa dikenakan untuk bergaul," lanjutnya. "Coba saja mengenakan batik dan memadukannya dengan
celana jins, pasti akan terlihat lebih gaya".
Menurut bintang Jiran ini, alasannya mengenakan batik ialah untuk melestarikan batik itu sendiri. Mengapa perlu
dilestarikan? karena ingin mengenalkan batik pada generasi muda, bahwa Indonesia punya pakaian khas yang telah diakui
dunia hingga sekarang. Contoh nya Batik Cirebon yang motif batik nya sangat indah yaitu batik Mega Mendung
"Jika orang lain mengakui identitas itu, mengapa kita tidak bangga akan hal itu. Mulai membiasakan menggunakan batik,
misalnya saat bekerja. Mengapa tidak kenakan batik, kenapa justru memakai jas yang notabene bukan dari Indonesia" kata Fardhan, ayo lestarikan Batik Indonesia dengan cara mengakui Batik Indonesia dan memakai nya jangan hanya di acara-acara resmi saja tetapi gunakanlah sehari-hari jika bisa.(batik cirebon)

Kamis, 25 September 2014

Batik Cirebon - Gali Eksistensi Batik Trusmi di Eropa

ebatiktrusmi
Batik Cirebon – Beberapa orang bijak berkata bahwa bangsa yang besar yaitu bangsa yang dapat menyukai serta melindungi kebudayaan bangsanya sendiri. Banyak type budaya yang dipunyai negara terkasih ini, budaya yang berbentuk abstrak hingga kongkret sampai hingga budaya itu mejadi ciri khas atau jati diri bangsa ini lantaran budaya itu sudah mendarah daging serta telah jadi rutinitas dalam kehidupan bermasyarakat keseharian. Orang-orang yang menyukai negaranya umumnya dapat membawa eksistensi budaya negaranya sampai ke mancanegara, serta sudah pasti pasarkan budaya juga sebagai maksud wisata internasional yang membuahkan devisa tinggi. Waktu itu juga eksistensi batik di eropa dapat di tingkatkan.
Menggali Eksistensi Batik di Eropa Seperti contoh budaya batik sebagai simbol atau lambang orang pribumi yang masih tetap berbau kraton, misalnya beberapa orang dilingkungan kraton surakarta, Jogjakarta atau batik cirebon bikin serta menggunakan batik sehari-hari atau tiap-tiap ada acara di kraton, itu adalah satu budaya yang sudah jadi satu kebiasaan rutinitas yang mencermikan kepribadian diri manusia itu.
Keindahan motif serta corak batik bukanlah saja bikin orang Indonesia terpukau, demikian dengan juga reaksi warga asing, mereka spontan luluh dengan pesona batik yang rupawan. Inilah kebanggaan yang diketemukan oleh beberapa Putra-Putri Batik Nusantara. Batik satu diantara warisan budaya Indonesia yang eksistensinya diakui industri mode internasional. Beragam selebriti dunia misalnya Jessica Alba mengenakannya serta desainer Amerika, Diane von Furstenberg juga menerapkannya ke koleksinya.
Kenyataan di mana diversifikasi batik belum terlampau kuat. Dalam soal ini kita mesti tahu seperti apa pasar yang di gemari di eropa. Negara seperti eropa atau amerika pasti mempunyai selera yang tidak sama. Tak dapat disamakan dengan apa yang laris dijual di Indonesia lalu dipasarkan ke luar.
Industri mode internasional yang sekarang ini tengah dihantam krisis ekonomi pastinya juga menyesuaikan dengan garis rancangan yang sederhana serta siap gunakan. Product yang semula ditangani dengan cara detil sangat terpaksa alami penyederhanaan untuk menghimpit biaya produksi. Hal inipun mesti jadi pertimbangan waktu membawa batik ke pasar internasional. Saat pasar internasional pesan batik catat dalam jumlah beberapa ribu telah pasti susah untuk melindungi ketekunan warna. Dalam soal ini batik printing bakal lebih unggul, namun yang di kuatirkan makin lama batik catat bakal makin di tinggalkan.
Hal semacam ini terkait dengan taste yang dipunyai setiap orang. Ini dapat mengingatkan kita bakal style Eropa yang didominasi Paris serta Milan untuk masalah mode. Milan yang style desainnya sangatlah kental nuansa dekoratif, kebiasaan serta glamor sangatlah bertolak belakang dengan Paris yang siluetnya bersih, struktural serta memprioritaskan pakem timeless. (batik cirebon)

Rabu, 30 Juli 2014

Jumat, 25 Juli 2014