Banner

Minggu, 16 November 2014

Batik Cirebon - Legenda Afrika Selatan, Pecinta Batik Yang Peduli Pada Kaum Papa

Batik Cirebon

Batik Cirebon - SOSOK sederhana melekat pada diri Nelson Mandela. Meski tokoh anti-apartheid itu telah meninggal dunia, kesederhanaan dan kerendahan hatinya sebagai pemimpin tetap menjadi inspirasi.
"Bagi banyak orang, Nelson Mandela adalah ikon dan pejuang hak asasi manusia yang tersohor. Tapi, bagi mereka yang mengenal dekat beliau, Nelson Mandela adalah seorang teman yang rendah hati," kata George Bizos, pengagum berat Mandela yang akhirnya menjadi teman dekat sang tokoh. Itu disebabkan sifat rendah hati Mandela.
Bizos masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat satu Fakultas Hukum Universitas Wits di Kota Johannesburg saat kali pertama bertemu Mandela. "Kami bertemu dalam kongres pemuda ANC pada 1948," kenangnya. Saat itu dia mengenal Mandela sebagai tokoh yang tampan dan berpakaian rapi. Selain gaya berbusana, dia mengenang Mandela sebagai politikus yang vokal.
"Dia pembicara yang andal. Dalam kongres tersebut, panitia tidak menyediakan pengeras suara. Tapi, dia bisa dengan mudah membuat pidatonya didengar seluruh peserta kongres," lanjut Bizos. Usai pertemuan pertama itu, dia mengaku ketagihan bisa terus bertemu Mandela. Mereka lantas berteman. Apalagi, setelah itu, mereka sama-sama gigih memperjuangkan anti-apartheid di Afrika.
Batik Cirebon - Persahabatan tersebut masih tetap terjalin sampai saat Mandela menjabat presiden. Dalam kenangan Bizos, Mandela bukan hanya presiden rendah hati yang anti-apartheid. Dia juga sosok pemimpin yang peduli masyarakat miskin. Dia tidak segan menyumbangkan harta kekayaannya untuk kepentingan kaum papa. Bahkan, dia juga mendirikan yayasan amal yang peduli pada masyarakat miskin.
Lahir dari keluarga sederhana di desa terpencil, Mandela paham benar bahwa kekayaan tidak untuk dipendam sendirian. Maka, dia menggunakan hartanya untuk kepentingan banyak orang. Terutama untuk mendanai kampanye HAM dan meningkatkan kelayakan hidup masyarakat miskin. Dia pun tetap menjaga kesederhanaannya dengan hidup bijaksana.
Di mata Amina Frense, putri mantan narapidana di penjara Pulau Robben, Mandela adalah inspirasi. Meski punya banyak harta dan tenar, dia tidak pernah mempedulikannya. "Dia tidak pernah berpikir bahwa yang dia lakukan untuk kaum papa dan kulit hitam membawa dampak luar biasa bagi dunia," ucap perempuan asal Afrika Selatan (Afsel) yang berprofesi sebagai jurnalis itu.
Nama besar tidak pernah membuat Mandela keblinger. Meski namanya sering menghiasi media dalam dan luar negeri, tokoh berjuluk Madiba (bahasa Xhosa untuk kata bapak) tersebut tetap sederhana. Batik tetap menjadi salah satu busana favoritnya. Dia juga tidak pernah menutup diri kepada orang lain. Karena itulah, dia punya begitu banyak teman dari berbagai lapisan masyarakat.(batik cirebon)

Sabtu, 15 November 2014

Batik Cirebon - Teknik Sablon, Cara Memodernkan Batik

Batik Cirebon

Batik Cirebon - Pembuatan wastra batik bisa dilakukan dengan menggunakan cara modern yang tetap mempertahankan ciri khas tradisional, seperti dengan sablon. Hal tersebut bisa menjadi metode untuk mempertahankan batik sebagai warisan budaya Indonesia dan pada saat bersamaan menghemat waktu produksi.
Contohnya adalah Sugeng Wijayanto (22), mahasiswa Jurusan Seni Rupa Murni Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah, yang memenangi kompetisi merancang batik yang diadakan Taiwan Excellence. Ia menggunakan teknik sablon untuk membuat pola batik di atas kain.
”Bedanya, cat sablon saya ganti dengan malam cair. Jadi, tetap memenuhi persyaratan pembuatan batik,” kata Sugeng dalam acara pengumuman pemenang lomba di Jakarta, Kamis (13/11).
Ia mengatakan, menggabungkan cara modern dan tradisional dalam membuat batik memberikan variasi baru yang menambah keunikan seni tersebut. Pada saat bersamaan, itu juga memberdayakan perajin batik.
Batik Cirebon - Pertama-tama, pola dirancang dengan menggunakan komputer. Setelah itu, pola disablon ke kain sutra dan primis yang masing- masing berukuran 100 cm x 190 cm. Berikutnya, Sugeng dan seorang perajin batik yang dia pekerjakan, mewarnai kain-kain itu menggunakan alat bernama jegul. Alat ini berbentuk seperti pulpen logam yang bisa diisi oleh malam atau bahan pewarna. Keseluruhan proses pembuatan memakan waktu satu pekan.
Anggota dewan juri yang juga perancang busana batik Nonita Respati mengatakan, dalam membuat batik, pakem yang harus dipatuhi adalah menggunakan lilin malam sebagai perintang dan pewarna. Di samping itu, prosesnya juga harus menggunakan tangan. ”Kain yang dicetak dengan mesin bukanlah batik, tetapi tekstil bercorak batik,” kata Nonita.
Kompetisi merancang batik ini diadakan melalui Taiwan Excellence, sebuah program milik Taiwan External Trade Development Council (Taitra). Manajer Taitra Jakarta Wayne Lee mengungkapkan, Taiwan Excellence adalah pengakuan mutu bagus yang diberikan Pemerintah Taiwan.(batik cirebon)

Jumat, 14 November 2014

Batik Cirebon - Mahasiswa UNS Juarai Kompetisi Batik Taiwan Excellence

Batik Cirebon
Mahasiswa UNS Juarai Kompetisi Batik Taiwan Excellence
Batik Cirebon - Sugeng Wijayanto, mahasiswa tingkat akhir jurusan Seni Rupa Murni, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, berhasil menyabet juara 1 Kompetisi Batik Taiwan Excellence,Karya peserta harus original dan mengedepankan kreativitas. Nilai batik tidak boleh hilang meski harus dikombinasikan dengan nilai-nilai Taiwan.
Desain batik buatannya yang memadukan motif batik kawung dari Jawa, dengan motif batik Madura dan sentuhan batik Kalimantan berhasil memikat para dewan juri ajang kompetisi yang digelar Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) yang merupakan lembaga di bawah Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT) Kementerian Ekonomi (MOEA) Taiwan.
Dalam kompetisi ini, peserta dituntut untuk mendesain motif batik dengan campuran nilai-nilai Taiwan tanpa meninggalkan identitas batik sebagai budaya asli Indonesia. Karya peserta juga harus original dan mengedepankan kreativitas.
Batik Cirebon - Inovasi Sugeng itu berhasil mengalahkan sekitar 100 orang peserta kompetisi yang digelar pada 27 Agustus—29 September ini. “Saya terinspirasi dari batik kawung. Orang yang memakai motif ini bisa menjadi manusia yang andal dan bernilai. Dulu, motif ini dipakai di kerajaan dan merupakan cerminan pemimpin yang andal,” papar Sugeng, Kamis (13/11/2014).
Sebagai pemenang, Sugeng berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp5 juta dan gadget dari HTC.
Batik menjadi tema pilihan kontes TAITRA tahun ini karena dianggap merupakan karya seni asli Indonesia. “Inilah kreativitas dan lihat apa yang kita dapatkan,” ujar Wayne Lee, manajer TAITRA di Jakarta.
Salah satu juri ajang tersebut, Nonita Respati, perancang busana dan pemilik Purana Batik, mengaku kaget dengan antusiasme peserta kompetisi ini. “Kami tidak menyangka pesertanya bisa banyak. Padahal, mereka harus menciptakan motif batik yang dikombinasikan dengan nilai-nilai TAITRA,” ujar dia.
Menurut Wayne, ajang kompetisi akan kembali digelar tahun depan, namun belum pasti apakah akan mengangkat batik lagi karena Indonesia kaya budaya dan seni yang harus dieksplorasi. Rencananya, batik karya Sugeng ini akan menjadi seragam pegawai TAITRA Jakarta.(batik cirebon)

Kamis, 13 November 2014

Batik Cirebon - Pengusaha Solo: Batik Jokowi di APEC Gaya Yogya

batik cirebon


Batik Cirebon - Penampilan Presiden Joko Widodo yang menggunakan baju batik dalam lawatan perdananya ke luar negeri di forum APEC di Beijing Cina mendapat sambutan positif dari pengusaha batik di Solo. Para pengusaha berharap batik bisa semakin dikenal oleh masyarakat dunia.
Wakil Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan Solo, Gunawan Muhammad Nizar mengatakan bahwa batik yang dikenakan Jokowi dalam lawatan tersebut bercorak parang. "Dihiasi dengan ceplokan motif peksi (burung)," katanya, Selasa 11 November 2014.
Batik Cirebon - Menurutnya, batik yang digunakan oleh Jokowi tersebut merupakan batik gaya Yogya. "Terlihat jelas dari warnanya yang putih," katanya. Sedangkan batik gaya Solo biasanya didominasi soga atau warna gelap serta kuning gading.
Gunawan mengatakan bahwa batik motif parang memang banyak berkembang di Solo dan Yogya. "Perbedaan paling jelas memang di masalah warna," katanya. Selain itu, motif parang dalam batik Yogya memiliki ukuran lebih besar dibanding batik asal Solo.
Meski demikian, Gunawan mengatakan bahwa pengusaha batik di Solo tidak merasa kecewa meski Jokowi yang berasal dari Solo justru mengenakan batik Yogya. "Kami sudah cukup gembira karena presiden sudah ikut mempromosikan batik ke luar negeri," katanya.
Dia beralasan bahwa pada saat ini para perajin batik sudah tidak berpatokan pada kedaerahan. "Banyak perajin di Solo yang membuat batik gaya Yogya," katanya. Sebaliknya, para perajin di Yogya juga banyak yang memproduksi batik gaya Solo. "Tinggal mana yang sedang laku di pasaran," katanya. (batik Cirebon)

Rabu, 12 November 2014

Batik Cirebon - Cinta Indonesia, Chelsea Islan Menunjukan Model Baju Batiknya

Batik Cirebon

Batik Cirebon  - Chelsea Elizabeth Islan atau yang akrab dikenal dengan Chelsea Islan sangat cinta dengan kebudayaan indonesia seperti batik. Chelsea Islan merupakan seorang aktris Indonesia berkebangsaan Amerika.
Sewaktu Chelsea kecil, Chelsea Islan sudah memiliki dasar di dunia teater hingga akhirnya ia pertama kali bermain di film utamanya seperti Refrain dengan peran tidak jauh beda dari kehidupan pribadinya.
Meski blasteran Amerika-Indonesia, kecintaan dan kebanggaan Chelsea Islan sebagai keturunan Indonesia cukup terlihat jelas dari beberapa foto dirinya yang mengenakan batik di akun instagram pribadinya.
Pada 17 Agustus 2013, Chelsea Islan nampak memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk Indonesia dengan memakai foto dirinya yang memakai batik. Hal ini menunjukkan kebanggaan Chelsea Islan terhadap batik budaya indonesia yang terkenal dengan motif nya yang indah meskipun Chelsea Islan merupakan warga Kebangsaan Amerika.
Batik Cirebon - Baru-baru ini, saat menghadiri acara penghargaan `Showbiz Indonesia Awards 2014`, Jumat (24/10/2014), Chelsea Islan terlihat mengenakan atasan batik berwarna hijau kebiruan dan rok batik berwarna oranye. Untuk atasan, corak motif yang dipilih mirip batik Kawung dengan pola bulatan yang lebih kecil dan pola daun yang lebih besar. Untuk rok batik Chelsea Islan nampak memilih bermotif batik Semen Ageng.
Pada saat hari batik nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, Chelsea Islan merayakannya dengan mengunggah foto dirinya memakai kemben batik. Kain batik berwarna hijau memiliki corak rumput atau daun bambu. Sementara kain batik berwarna ungunya memiliki corak ikan, penyu, dan beragam hewan laut lainnya dan Chelsea belum terlalu mengenal motif khas batik cirebon yaitu motif megamendung yang banyak diminati oleh orang di seluruh dunia.
“Selamat Hari Batik Nasional! Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari Budaya Indonesia sejak lama. I am proud to be Indonesian,” ujar Chelsea Islan saat mengunggah foto dengan model baju batik tersebut.(batik cirebon)

Selasa, 11 November 2014

Batik Cirebon - Musisi Kelas Dunia Ini Bangga Memakai Batik

Santana Memakai Batik Di Video Klip nya
Santana Memakai Batik Di Video Klip nya
Batik Cirebon - Musisi Yang Bangga Akan Batik Adalah Santana, salah seorang maestro musik dan gitaris terkenal di kancah dunia dengan lagunya yang berjudul 'The Game of Love' pada tahun 2002 ini, meluncurkan single video klip terbaru baru-baru ini.
Namun ada yang unik dari video klip tersebut, tidak hanya karena lagunya yang asyik didengar, tapi juga karena Santana dengan bangga memakai batik! Gitaris gaek asal Amerika Latin ini menunjukkan kecintaannya terhadap batik Indonesia dengan memakainya di dua video klip terbaru miliknya.
Penampakan batik yang pertama terlihat di dalam video klip Santana bersama Chad Kroeger berjudul “Into the Night.” yang merupakan single pertama dari album kompilasi pada tahun 2007.
Pada klip tersebut, musisi yang pernah memenangkan 10 Grammy Awards dan tiga Latin Grammy Awards itu awalnya mengenakan kaos biru dan kemeja putih. Kemudian, dia terlihat memakai kemeja batik bercorak hijau dengan lengan panjang yang digulung.
Batik Cirebon - Penampakan batik yang kedua ada di video klip yang dirilis pada tanggal 1 Mei 2014 di media berbagi video online, Youtube. Santana yang berkolaborasi dengan Samuel Rosa dalam single video klip berjudul “Saideira.” terlihat tidak menanggalkan batik lengan panjang berwarna cokelat dari awal hingga berakhirnya video tersebut.
Musisi legendaris kelahiran Jalisco, Meksiko, 20 Juli 1947, itu tampil percaya diri mengenakan batik untuk penampilannya di video klip yang notabene ditonton jutaan pasang mata sedunia.
Hal ini tentu saja membuat bangga bangsa Indonesia. Bahkan beberapa pengguna Youtube dari indonesia mengucapkan rasa terima kasihnya langsung kepada Santana melalui kolom komentar di video yang telah ditonton oleh 300ribu orang itu.(batik Cirebon)

Senin, 10 November 2014

Batik Cirebon - Mengenal Sosok Apni Amalia, Puteri Batik Dermayu 2014

Batik Cirebon

Batik Cirebon - Apni Amalia baru saja dinobatkan sebagai Puteri Batik Dermayu 2014, bersama dengan Ayatullah Gumelar. Keduanya mengungguli finalis lainnya pada malam Grand Final Pemilihan Putera-Puteri Batik Dermayu 2014 yang diadakan di Gedung Panti Budaya Indramayu pada malam minggu tanggal 1 Nopember 2014 lalu.
Apni Amalia, gadis manis yang masih duduk dibangku kelas XII SMA Negeri 1 Kandanghaur ini menyingkirkan finalis lain yang rata-rata adalah mahasiswa setelah melewati beberapa tahapan penilaian. Siswi SMA Negeri 1 Kandanghaur ini mampu menjawab pertanyaan juri dengan lugas pada sesi presentasi dan tanya jawab.
Batik Cirebon - Sistem penjurian Putera-Puteri Batik Dermayu dilakukan dengan terbuka dan transparan mulai dari etika, public speaking, pengetahuan tentang batik, penyampaian presentasi dan tes wawancara juga kepribadiannya pada saat mengikuti karantina.
Kegiatan karantina sendiri diikuti sejak hari Rabu 29 Oktober 2014 sampai hari Sabtu sebelum pengumuman finalis. Setelah dirinya tahu di masuk finalis, maka dia langsung berlatih koreografi untuk acara malam Granf Final PPBD.
 Sehari-hari Apni sebagai pelajar SMA yang harus berangkat lebih awal ke sekolah karena takut terlambat datang ke sekolah. Apalagi lokasi rumahnya lumayan jauh dari tempat tinggalnya di Sukamelang Kecamatan Kroya, dengan menempuh perjalanan sekitar 20 - 25 menit menggunakan sepeda motor.
 Apni sendiri termasuk siswi yang supel senang bergaul dengan teman-temannya, enak diajak ngobrol, ceplas-ceplos seperti kebanyakan pelajar lainnya. Dia sudah dewasa dalam berpikir karena sudah lama ditinggal oleh Ayahnya. Kini Apni bisa membuktikan kepada dunia bahwa pelajar dari pelosok desa pun bisa bersaing dalam hal apa pun dan dengan siapapun, demikian ia tulis dalam status facebooknya. (batik Cirebon)

Minggu, 09 November 2014

Batik Cirebon - Putra Putri Batik Nusantara 2014 Sebarkan Virus ke Generasi Muda

batik cirebon
Putra Putri Batik Nusantara
Batik Cirebon - Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2014 bukan hanya sebagai ajang melestarikan budaya batik nusantara, tetapi juga untuk membangun jiwa kewirausahaan yang mumpuni para generasi muda. Hal tersebut disampikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (28/09/2014).
"Ajang PPBN 2014 bukan untuk sekedar tampil memperlihatkan batik sebagai budaya bangsa Indonesia yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif saja, tapi juga melahirkan wirausaha di bidang batik," terang Sapta.
Batik Cirebon - Hal senada diungkapkan Rieke Caroline yang merupakan Putri Pariwisata Indonesia 2009. Ia menjelaskan, bahwa PPBN 2014 bukan hanya sebagai ajang mempromosikan batik dan mempresentasikan batik yang dipakai setiap harinya. Tetapi, panitia juga mengadakan workshop mengenai proses membantik.
"Karantina kami itu lebih mengajarkan untuk menjadi generasi muda yang memumpuni. Artinya, dalam kelas-kelas yang kami berikan itu ada wawasan batik nusantara, batik konvensional, dan program pariwisata. Selain itu, peserta juga dinilai mengenai ketrampilan membantiknya di museum tekstil," ujar Rieke yang juga merupakan salah satu founder Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN).
Rieke menambahkan, sebelum memasuki malam puncak, seluruh finalis telah dibekali beragam budaya, seni, psikologi dan akting. Sebab, ketika finalis terpilih menjadi pemenang, mereka memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan fesyen batik di semua lini di lingkungan masyarakat, baik itu pekerja profesional, kantoran, entertainmen dan banyak lagi.
Peserta diharapkan bisa menyebarkan virus kepada generasi muda untuk menggunakan batik sebagai kebutuhan fesyen sehari-harinya. Para finalis PPBN bisa mengembangkan penggunaan batik sebagai gaya hidup dengan kaos, busana santai, busana resmi maupun yang lainya.
Konferensi pers jelang malam final PPBN 2014 tersebut juga dihadiri Ketua Ikatan Pecinta Batik Nusantara Ayu Dyah Pasha, Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuti, Ketua Panitia Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara Tantie Koestantia, Puteri Pariwisata Indonesia 2009 Andara Rainy Ayudini, dan Public Communication Specialist JNE Kuncoro Jati. (batik Cirebon)

Sabtu, 08 November 2014

Batik Cirebon - Sang Presiden Terbang Ke Tiongkok Menggunakan Batik

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Presiden Joko Widodo pagi ini, Sabtu (8/11/2014) meninggalkan Indonesia untuk menghadiri serangkaian kegiatan internasional. Kegiatan  diawali dari pertemuan negara-negara yang tergabung dalam Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Beijing, Tiongkok.
Pantauan Tribunnews.com, Presiden Jokowi tampak mengenakan kemeja batik berwarna cokelat tua. Berbeda dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, yang biasanya mengenakan setelan jas berwarna hitam jika melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
Presiden Jokowi baru keluar setelah beberapa pejabat negara keluar dari pintu gerbang Sasana Manggala Praja menuju ke landasan udara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Susilo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil yang berjalan berdampingan mengenakan kemeja batik seperti motif batik cirebon
Setelah itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Marsetyo keluar dari pintu gerbang Sasana Manggala Praja menuju landasan udara.
Kemudian, Mensesneg Pratikno yang mengenakan kemeja batik cokelatnya, diikuti Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang mengenakan batik biru, didampingi oleh istrinya, Veronica Tan.
Setelah itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengenakan batik cokelat, didampingi oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh keluar menemani Presiden Jokowi. Dibelakangnya tampak Ibu Negara, Iriana Widodo yang mengenakan busana kebaya dengan atasan berwarna merah muda.
Ini merupakan perjalanan dinas perdana Jokowi ke luar negeri. Ia akan menghadiri tiga pertemuan tingkat dunia, yaitu APEC di Beijing, G-20 Summit di Brisbane, Australia dan Pertemuan ASEAN di Myanmar.(batik Cirebon)

Batik Cirebon - Sang Pelopor yang Mengubah Desa TKW menjadi Desa Batik

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Banyaknya perempuan Kabupaten Kendal Jawa Tengah, yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri, membuat Sri Lestari (34), warga Jambearum Patebon Kendal, prihatin.
Berangkat dari keprihatinannya tersebut,  wanita yang bekerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini, mencoba mengurangi banyaknya perempuan Kendal menjadi TKW. Salah satunya dengan memberi keterampilan pada ibu-ibu yang ada di desa Jambearum Patebon.
“Apalagi dengan adanya berita 2 TKI yang dibunuh di Hongkong. Ini sangat mengerikan,” kata Lestari, Kamis (6/11/2014).
Lestari menjelaskan, hampir setiap rumah yang ada di desanya, Jambearum, selalu ada keluarganya yang menjadi TKW. Hal itu sangat memprihatinkan. Apalagi, anak-anak yang ibunya menjadi TKW, menurut Lestari, lebih cenderung kurang terurus.
“Saya prihatin dengan kondisi itu. Lalu saya mencoba memberi pelatihan ketrampilan pada ibu-ibu yang ada di desa Jambearum,” ujarnya.
Awal pelatihan yang diberikan untuk ibu-ibu, adalah menjahit. Sebab ada salah satu warganya yang bisa menjahit. Namun karena tidak ada mesin jahit untuk mendukung pelatihan, lalu diganti menjadi pelatihan membatik.
Kebetulan, pada tahun 2010, di Dinas tempat Lestari bekerja, ada program pelatihan membatik. “Yang ikut, awalnya cuma satu ibu bernama Asri. Tapi, kemudian saya dengan Asri mengumpulkan ibu-ibu yang lain, untuk member ketrampilan membatik,” akunya.
Hasilnya, cukup menggembirakan. Sebab ada banyak ibu-ibu yang tertarik untuk menekuni ketrampilan membatik. Apalagi, pemerintah Kabupaten Kendal, sedang giat-giatnya memperkenalkan batik Kendal kepada masyarakat.
“Sekarang di desa Jambearum, sudah ada 15 pembatik, 3 diantaranya penjahit yang membuat pakaian batik,” ucapnya.
Jambe Kusuma
Sri Lestari mengaku, cukup sulit menyadarkan ibu-ibu supaya tidak berangkat ke luar negeri untuk menjadi TKW. Namun begitu, ia akan terus berusaha, supaya niatnya untuk mengurangi TKW di desanya bisa berkurang.
“Niat yang baik, Insya Allah akan menghasilkan sesuatu yang baik. Untuk itu, saya akan terus berusaha,” tambahnya.
Lestari menceritakan, sekarang ini sudah ada beberapa TKW, yang pulang ke rumah dari luar negeri dan tidak mau berangkat lagi. Mereka memilih menjadi pembatik. Apalagi, mereka sudah merasakan, hasil dari membatik. “Tapi masih banyak juga, yang pulang lalu berangkat lagi menjadi TKW,” akunya.
Batik buah karya warga Jambearum itu, kata Lestari, diberinama Batik Jambe Kusuma.
Lantaran ketekunan ibu-ibu dalam melestarikan kain yang menjadi citra kepribadian bangsa tersebut, April 2013 lalu, desa Jambearum di tetapkan sebagai desa batik oleh Dirjen Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Jateng. Pasalnya, di desa itu, saat ini sudah terproduksi, berbagai batik.
Mulai dari berbagai jenis batik berikut motifnya, hingga pakain motif batik. Selain itu, juga pernak-pernik batik seperti, sapu tangan, tempat tisu, dasi, tutup nasi, taplak dan lainnya.
Batik buatan desa ini, sudah dijual ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan diekpor ke beberapa negara tetangga. “Memang sejak awal niat kami membatik sebenarnya untuk mengurangi warga Jambearum untuk jadi TKW dan meningkatkan ekonomi keluarga. Jadi bukan untuk mendapatkan gelar Desa Wisata,” kata Sri Lestari, yang juga menjadi ketua Paguyuban Batik Jambearum.
Kegigihan Lestari dalam mengembangkan batik di desanya, juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Kendal, Widya kandi Susanti. Sehingga ibu 2 anak ini, mendapat penghargaan Bupati Award.
“Tak hanya mendapatkan gelar Desa Wisata, Desa Jambearum juga dijadikan sebagai desa vokasi. Yakni desa yang bisa dijadikan tempat untuk belajar oleh desa lain,” kata Lestari.
Batik Cirebon - Setelah mendapat berbagai gelar tersebut, desa Jambearum banyak mendapat bantuan. Mulai dari pemerintah Kabupaten hingga Dirjen Kementrian Pariwisata. Namun, diakuinya untuk berkembang sebagaimana desa wisata yang utuh, saat ini Jambearum masih sangat jauh. Sebab, belum terpenuhinya sarana dan prasarana yang layak untuk jadi Desa Wisata.
“Plang pintu masuk bertuliskan Desa Wisata Batik juga belum ada, Pengelolaan secara profesional sebagai tempat wisata juga belum dibentuk. Disamping itu, juga belum ada promosi akan desa ini, ke berbagai daerah maupun negara-negara lain,” akunya.
Dampak positif menekuni usaha batik, diakui oleh salah satu warga Jambearum, Sugiarti,( 32). Ia mengaku terbantu dengan adanya kegiatan batik yang ia tekuni. Sugiarti mengaku, dulunya ia adalah buruh pabrik, yang setiap hari meninggalkan rumah untuk bekerja di pabrik.
Namun setelah menekuni batik, kini ia bisa konsen di rumah dengan membatik. Satu batik tulis, yang ia hasilkan, bisa terjual dengan harga Rp 225.000-Rp 300.000 per lembarnya. Waktu pengerjaannya, sekitar 2-3 hari.
“Modal awalnya sekitar Rp 100.000-Rp 130.000 untuk satu kain batik. Jadi dalam sebulan saya bisa mengerjakan 10-12 kain batik tulis. Keuntungan saya Rp 1,7 juta-Rp 2 juta per bulan,” akunya.
Keuntungan tersebut, menurutnya, jauh lebih baik kalau dibandingkan harus kerja di pabrik, atuapun kerja jadi TKW. Sebab kerja jadi buruh pabrik maupun TKW tidak bisa dekat dan mengurus pekerjaan rumah tangga.
Ia berharap kepada pemerintah membantu mempromosikan desa Jambearum sebagai desa wisata. Dengan begitu, batik yang dihasilkan oleh ibu-ibu Jambearum, bisa semakin banyak terjual.(Batik Cirebon)

Kamis, 06 November 2014

Batik Cirebon - Ternyata Batik Berjaya Masih Buatan Cina

Batik Cirebon
Batik Cirebon - Seruan Presiden Jokowi untuk menggunakan wastra atau kain Indonesia disambut positif. Menurut Sativa Sutan Aswar, seruan Presiden tentang kain lokal tak bisa sebatas slogan.
"Enggak bisa cuma slogan pemerintah dan jadi kebanggaan semata. Kita perlu memperhatikan akar utamanya yaitu serat benang lokal," kata pakar dan pengamat kain yang biasa disapa Atidje ini, Senin, 3 November 2014 di Jakarta.
Batik Cirebon - Atidje melihat kelemahan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah menggunakan produk impor. "Kita bangsa pengimpor. Bangga pakai kain batik, tapi pernahkah terpikir bahwa serat benang sebagai bahan dasar kain batik masih diimpor dari Cina," kata Atidje yang rajin blusukan ke daerah untuk memberikan pelatihan pembuatan kain di berbagai daerah ini.
Istri mendiang pengamat ekonomi, Arief Aryman ini mengatakan Cina dan India, memiliki industri kain yang sangat rapi dari hulu ke hilir.
Hal itu, ia menambahkan, bisa dipahami mengingat kebudayaan dan tekstil mereka sudah ratusan bahkan ribuan tahun. "Sebenarnya bangsa kita enggak kalah, tapi kita enggak pernah serius, kita terbiasa dengan barang jadi, bukan menciptakan dari bahan dasarnya," kata dia.
Atidje adalah lulusan Desain Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, dan Ecole Des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS) Paris. Untuk meraih gelar doktor, ia menulis tesis 'Evolusi Industri Tekstil di Sumatera Barat'.(batik cirebon)

Rabu, 05 November 2014

Batik Cirebon - Mojokerto Gagal Realisasikan Seragam Batik Lokal untuk PNS

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Kota Mojokerto gagal merealisasikan program wajib batik lokal untuk semua PNS dan seluruh pegawai di bawah Pemkot Mojokerto untuk tahun ini. Meski demikian, sedang diupayakan untuk pengadaan batik lokal dari seluruh pebatik dan UMKM senilai Rp 1,4 miliar itu untuk tahun depan.
Kegagalan Pemkot merealisasikan pengadaan seragam batik yang dipasok dari UMKM lokal itu informasinya karena ada kegamangan dari Pemkot.
Karena nilai pengadaan seragam batik lokal itu kalau ditotal anggarannya Rp 1,4 miliar perlu dukungan regulasi. Apalagi Pemkot Mojokerto dengan "kreativitasnya" memecah anggaran itu kepada setiap SKPD atau Dinas.
Setiap SKPD sudah menganggarkan tidak sampai Rp 200 juta untuk pengadaan batik lokal ini. Dengan memecahnya di setiap SKPD harapannya bisa langsung memberdayakan pelaku UMKM dan pebatik.
Namun sampai saat ini, program ini makin tak jelas. Saat dikonfirmasi, Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus mengaku masih mengupayakan. "Sedang berproses. Agak tertunda. Paling Januari 2015 semua sudah tuntas," kata Mas'ud, Selasa (4/11/2014).
Mas'ud mengaku masih perlu konsultasi dengan BPK atas rencana pengadaan batik untuk seluruh anak buah dan stafnya. Ini demi akuntabilitas dan tidak berdampak hukum.
Meski demikian, dia yakin bahwa program wajib batik lokal bagi seluruh PNS di Pemkot Mojokerto bakal terealisasi. Sebab, menurut Mas'ud tujuan utama program ini semata-mata ingin memberdayakan para pebatik dan UMKM.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Hariyanto mengakui bahwa di dinasnya termasuk yang paling besar anggarannya untuk pengadaan seragam batik lokal tersebut, Bisa di atas Rp 200 juta. "Namun pengadaan ini sama dengan pengadaan seragam di sekolah-sekolah. Jadi sebenarnya tak ada masalah dengan pengadaan seragam batik di setiap SKPD," kata Hariyanto.
Batik Cirebon - Sementara itu berkembang wacana bahwa gagalnya realisasi pengadaan seragam batik di Pemkot Mojokerto itu juga karena saat ini Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ahmad Zainudin menjadi tersangka dugaan korupsi Tanah Kas Desa.
Saat ini ditahan di Lapas. Dinas ini yang membawahi seluruh perajin batik dan UMKM sehingga berpengaruh pada proses pemilihan para perajin batik dan UMKM batik.
Sebenarnya, program wajib batik lokal nagi seluruh pegawai dan PNS Kota Mojokerto itu direncanakan Juli sudaj berbatik ini. Batik lokal sebagai kebanggaan daerah ini gagal terealisasi.
Anggaran Rp 1,4 miliar itu tersebar di belasan SKPD. Pengadaannya diserahkan SKPD dan tidak perlu lelang.
"Sudah disepakati satu motif batik khas Mojokerto yang dipilih. Namun kami masih menunggu cetakan motif untuk dicap. Jadi nanti bukan batik tulis, melainkan batik cap," kata Sekertaris Diskoperindag UKM Kota Mojokerto Indah Soelistiowati Andayani.
Realisasi batik ini dilakukan menyusul kebijakan Wali Kota Mas’ud Yunus yang mewajibkan PNS mengenakan batik lokal pada hari kerja.
Ini telah dituangkan dalam Perwali 16 Tahun 2014. APBD 2014 juga telah mengalokasikan Rp 1,4 miliar untuk belanja batik daerah bagi 3.269 PNS.(batik cirebon)