Banner

Tampilkan postingan dengan label batik nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batik nusantara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2015

Ini Salah Satu Motif Khas Cianjur yaitu Motif Gunung Padang

batik cirebon
Ini Salah Satu Motif Khas Cianjur yaitu Motif Gunung Padang
Batik Cirebon - Kabupaten Cianjur untuk pertama kalinya menjadi daerah di Jawa Barat (Jabar) yang meraih penghargaan dari Pusat Penghargaan Indonesia (PPI) untuk kategori The Best Trading of The Year karena penjualan batik khas Cianjuran. Hal itu dikatakan Ketua Bale Niaga Cianjur, Harry M Sastrakusumah, ketika ditemui di kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur, Kamis (12/3).

"Ini bisa jadi sebuah hal yang cukup membanggakan bagi masyarakat Cianjur karena kita merupakan satu dari empat kabupaten di Jawa Barat yang mendapatkan sebuah penghargaan prestisius tingkat nasional," ujar Harry ketika berbincang dengan Tribun.

Harry mengatakan, penghargaan itu diterima Kabupaten Cianjur yang diwakili Bale Niaga melalui ajang Indonesia Bussines Award Winner 2015 di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jumat 6 Maret 2015. Menurutnya, ada 19 kota/kabupaten di Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari PPI dengan berbagai kategori.

"Kami sendiri sebenarnya tidak menyangka karena bisa dinyatakan sebagai salah satu pemenang dalam katergori tersebut. Apalagi Batik Cianjuran sendiri itu sebenarnya masih seumur jagung," ujar Harry.

Batik Cirebon - Menurut Harry, faktor utama Kabupaten Cianjur mendapatkan penghargaan itu dipicu tingginya upaya pelestarian Batik Cianjuran. Meski batik khas Cianjur itu baru seumur jagung, batik karya warga Kabupaten Cianjur ternyata mendapatkan perhatian dan pengakuan yang cukup tinggi di tingkat nasional.

"Selain itu kesadaran masyarakatnya dalam menggunakan batik juga sudah tinggi meski belum 100 persen. Hal itu bisa dilihat dari seragam batik di tingkat SD sampai dewasa. Desainnya sendiri merupakan hasil karya siswa. Terakhir murid PAUD dan TK yang membuat desain batik untuk seragam mereka sendiri," ujar Harry.

Dengan adanya penghargaan itu, ujar Harry, warga Kabupaten Cianjur harus lebih termotivasi untuk terus melestarikan batik khas Cianjuran. Bukan hanya di Kabupaten Cianjur saja, melainkan hingga ke tingkat nasional. Penghargaan itu pun sebagai bukti jika Batik Cianjuran memiliki potensi yang cukup tinggi dan tidak kalah dengan kota penghasil batik lainnya, yakni Yogyakarta, Solo, Pekalongan dan Cirebon.

"Kami pada akan melakukan pelatiahan membatik di 32 kecamatan yang dimulai 26 Maret 2015 nanti. Pelaksanaannya satu minggu untuk satu kecamatan. Masing-masing kecamatan pelatihannya tiga hari," ujar Harry.( Batik Cirebon )

Kamis, 26 Februari 2015

Batik Cirebon - BATIK Produk Unggulan Jawa Tengah

Batik Cirebon
Ilustrasi : Perajin Batik Sedang Membatik
Batik Cirebon - Industri kreatif batik masih menjadi produk unggulan Jawa Tengah pada 2015, termasuk untuk peningkatkan ekspor, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Prijo Anggoro.

"Kalau untuk batik memang kami terus melakukan ekspor, tahun ini kami masih berupaya meningkatkan ekspor produk batik," katanya di Semarang, Selasa (24/2/2015).

Bahkan, pihaknya mengimbau kepada para perajin batik untuk lebih mengoptimalkan bahan baku lokal sehingga impor bahan baku untuk batik bisa lebih diminimalkan. "Dengan lebih banyak memanfaatkan sumber daya alam lokal maka bisa menekan nilai impor Jateng secara keseluruhan," katanya.

Selain itu, bahan baku lokal dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan baku impor. Ia mengatakan mulai saat ini pelaku usaha, salah satunya perajin batik, harus memperhatikan faktor lingkungan yang antara lain dengan membuat usaha secara ramah lingkungan.

Batik Cirebon - Selain batik, pihaknya juga berupaya terus menggenjot industri kreatif berbahan baku kayu, salah satunya furnitur. Baik furnitur maupun batik bukan merupakan produk yang mudah termakan oleh waktu. Bahkan, pihaknya memastikan permintaan dua produk tersebut dari pasar luar negeri, terus meningkat, di antaranya dari kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

"Produk-produk tersebut masih menjadi idola hingga saat ini, yang perlu kami lakukan hanya membuat terobosan-terobosan baru, tujuannya agar kami tidak kalah saing dengan produk dari negara lain," katanya.

Untuk penjualan, pihaknya tidak ingin terpatok pada penjualan ke luar negeri. Ia mengatakan Indonesia khususnya Jateng memiliki pasar yang cukup besar.

Batik Cirebon - Bahkan, dibandingkan dengan negara lain, salah satunya Jepang, masyarakat Indonesia justru memiliki kelebihan, yaitu bersifat moderat atau banyak yang masih berusia muda. Dengan demikian, keinginan mereka untuk membeli produk karena mengikuti tren masih relatif besar.
Kondisi berbeda, katanya, terjadi di Jepang di mana mayoritas masyarakatnya merupakan usia manula sehingga keinginan untuk membelanjakan uang mereka tidak begitu besar. "Tidak mudah bagi kita untuk masuk ke pasar Jepang, jadi lebih baik mengoptimalkan pasar lokal sebelum fokus di ekspor," katanya.( Batik Cirebon )
Sumber : Kabar24.com

Minggu, 15 Februari 2015

Batik Cirebon - Ensiklopedi Batik Jogja Masih Kurang Sosialisasi

Batik Cirebon - Tidak banyak yang tahu bila Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi serta Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta sudah menerbitkan suatu buku Ensiklopedi Batik Yogyakarta. Tetapi sayangnya, ensiklopedi ini masih tetap kurang dalam soal sosialisasi hingga tidak banyak orang-orang yang tahu.

Hal itu berdasar pada info dari Tri Karyadi Riyanto sebagai Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Usaha Mikro Kecil serta Menengah Disperindagkoptan Kota Yogyakarta. Menurut dia, Ensiklopedi Batik Yogyakarta ini telah mulai disusun mulai sejak th. 2012 serta diterbitkan pada th. 2013.

Batik Cirebon - Tetapi sampai masuk th. 2015, pendistribusian buku setebal 84 halaman ini belum optimal.

"Sesaat ini Ensiklopedi Batik Yogyakarta baru kami berikanlah ke sebagian lembaga yang memerlukan serta SMP, SMA, dan SMK negeri saja, " kata Tri.

Sosialisasi yang masih tetap sangatlah terbatas, lanjut Tri, bikin Ensiklopdi Batik Yogyakarta ini kadang-kadang cuma jadi pajangan di rack perpustakaan intansi serta sekolah yang memperolehnya. Atas argumen tersebut, Disperindagkoptan mulai th. ini mulai mengintensifkan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta beberapa pengrajin batik.

"Ke depan kami akan mensosialisasikan ke sekolah-sekolah swasta. Jadi tidak cuma sekolah negeri saja yang tahu perihal buku ini," katanya.

Batik Cirebon - Tri juga menjelaskan, untuk lebih memperkenalkan Ensiklopedi Batik Yogyakarta ini, ketika sosialisasi pihaknya juga menyisipkan sebagian materi lain. Kekurangan yang sampai kini berlangsung yaitu ensiklopedi batik Yogyakarta ini cuma ditempatkan ditempat yang sudah ditetapkan tidak ada inginalan selanjutnya.

Oleh karenanya, materi-materi seperti tehnik pewarnaan alam serta estetika dalam menggunakan baju batik juga turut dibicarakan dalam kegiatan.

Materi pewarnaan alami turut diikutkan dalam aktivitas sosialisasi untuk memberi pemahaman pada beberapa pengrajin batik bahwa pewarna alam lebih ramah lingkungan dibanding dengan pewarna kimia. ( Batik Cirebon )

Minggu, 25 Januari 2015

Batik Cirebon - Inilah Batik Indonesia Dikagumi dan Diakui Dunia

Batik Cirebon
Kain Panjang Hitam Manis by Batik Trusmi
Batik Cirebon - Batik merupakan hasil karya terbaik para leluhur kita, goresan dari wanita terbaik di negeri ini. Buah goresan itu menuai hasil yang menjadi Maha Karya yang kita kenal saat ini, yakni batik .

Batik Cirebon - Mungkin hanya sedikit dari kita yang menyadari betapa tingginya nilai historis dari batik, sebuah goresan mengandung nilai seni tinggi ditambah ketelatenan yang sempurna, menjadikan batik mengandung nuansa tersendiri.

Nah, berikut beberapa alasan mengapa batik patut dikagumi dan mendunia.

1.Pancarkan kearifan Indonesia
batik cirebon
Ilustrasi : Anak Sedang Belajar Membatik
Batik akan menjadikan seseorang lebih Indonesia Dengan memakai batik seseorang akan tampil lebih fresh, lebih hidup dan menjadikan siapa saja menjadi orang Indonesia seutuhnya. Pasalnya, nilai batik merupakan jati diri Indonesia, jadi dengan mengenakan batik seseorang menjadi Indonesia banget.

2.Warisan budaya leluhur
batik cirebon

Cermin Pribadi yang Pandai Berterima Kasih pada Leluhur Bangsa Memakai batik berarti kita termasuk pribadi yang pandai berterima kasih. Dengan menggunakan batik, secara tidak langsung jika kita memakai batik berarti kita bangga dengan pakaian khas indonesia, apapun motifnya, batik menjadi cerminan pribadi Indonesia yang sesungguhnya.

3.Nyaman dipakai
Batik Cirebon
Para Model Menggunakan Produk Batik Trusmi
Selain bangga dengan negeri ini, sebagian orang gemar menggunakan karya budaya nenek moyang Indonesia karena motifnya yang cantik serta nyaman dipakai di segala suasana. Sebagian dari mereka juga menganggap corak batik sangat unik dan memiliki khas tersendiri.

4.Bangkitkan nasionalisme

Mengenakan batik menjadikan seseorang menunjukkan identitasnya secara tidak langsung, hal ini juga akan berefek kepada sikap dan prilaku seseorang. Efek inilah yang menjadikan siapa pun merasa bangga jadi orang Indonesia, inilah yang akan meinmbulkan semangat nasionalisme.

5.Membuat orang tampil lebih dewasa

Batik Cirebon
Dengan mengenakan batik seseorang akan terlihat dewasa dan mempesona, lihatlah ketika anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas yang sudah mulai cinta dengan batik, maka akan terlihat lebih dewasa dan lebih anggun serta gagah.

Batik tak membuat seseorang menjadi tua, tapi sebaliknya. Akan tampaklah wajah penuh kedewasaan. Jadi batik menjadikan seseorang semakin dewasa.

6.Timbulkan rasa percaya diri

Batik Cirebon
Ebatik Gamis Kombinasi Mega Mendung Batik Cirebon (Ungu) by Batik Trusmi
Batik akan membuat kita semakin percaya diri lho. Memilih batik yang sesuai postur tubuh kita, kemudian ditambah motif yang pas misal motif batik cirebon yaitu mega mendung, menjadikan seseorang semakin tambah percaya diri di setiap kesempatan. Karena nuasan batik mengandung nilai keikhlasan membuat siapapun menjadi percaya diri.( Batik Cirebon )

Sabtu, 12 Oktober 2013

Batik Cirebon - Batik Sidoarjo Mulai Go Public

batik-cirebon-trusmi-grosir-murahBatik Cirebon - Batik Sidoarjo Mulai Go Public.Ini kok kayak Batik Madura ya ?" ucap seorang pengunjung Galeri Seni House of Sampoerna kala melihat beberapa kain batik yang dipajang di dalam galeri. Lintu Tulistyantoro, Ketua Komunitas Batik Se-Jawa Timur (KIBAS) lantas tertawa dan meluruskan persepsi pengunjung itu. "Bukan, ini batik Sidoarjo. Bukan cuma batik madura saja yang warnanya mencolok, beberapa batik sidoarjo juga ada yang warnanya mencolok," ujar Lintu. Memang popularitas batik kota udang ini belum selevel dengan batik madura. Itulah yang membuat KIBAS bekerjasama dengan House of Sampoerna menyelenggarakan Pameran Batik Sidoarjo di Galeri Seni House of Sampoerna pada tanggal 10 Oktober - 9 November 2013. Dengan pameran ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal ciri khas batik dari kota Sidoarjo Batik Cirebon.

Minggu, 15 September 2013

Batik Cirebon - Batik Tabrak Warna untuk Lebaran

Zivanna-Letisha-Siregar-suka-batik-cirebonBatik Cirebon - Batik Tabrak Warna untuk Lebaran.Lebaran tinggal hitungan hari. Saatnya menyiapkan baju yang akan dipakai untuk momen indah tersebut. Batik, salah satu busana warisan leluhur ini mungkin dapat dipilih sebagai baju untuk lebaran. Fashion batik kini kian berkembang tak melulu berwarna coklat. Indonesian Heritage menawarkan batik pilihan untuk lebaran. Outlet yang berada di kawasan Grand City, Surabaya, ini punya koleksi batik dari beberapa daerah penghasil batik mulai dari Pekalongan hingga Madura Batik Cirebon. Batik Cirebon Untuk warna gerai milik Mona Explomo ini menawarkan batik tabrak warna, warna cerah yang berpadu warna-warna alam. Bahkan diakui Mona, batik tabrak warna justru yang paling banyak dicari. "Sekarang trennya memang begitu, batik tabrak warna. Batik-batik ini banyak dipilih termasuk untuk lebaran nanti," ujar Mona kepada batik trusmi

Rabu, 13 Maret 2013

Gerakan Batik Nasional

Gerakan Batik Nasional
SNSD pake Batik Modern
SNSD pake Batik Modern

Jumat dan batik. Jadi ingat zaman almarhum mantan Presiden Soeharto berkuasa. Yang saya ingat, dulu, ada hari yang dinamakan hari swadesi. Semua PNS wajib memakai baju batik pada setiap Jumat. Gerakan ini dicanangkan almarhum Bapak Soeharto sebagai wujud kecintaan kepada produksi dalam negeri. Budaya dan warisan leluhur juga, katanya.

Benarkah? Tidak sedikit orang yang sinis dengan mengatakan bahwa gerakan ini sebenarnya adalah gerakan uniformisasi sebagai upaya penguasa/rezim waktu itu untuk menguasai/hegemoni rakyat, khususnya PNS. Macam-macam opini orang tentang hal ini. Batik, setelah lengsernya mendiang Jenderal Besar Soeharto, perlahan tapi pasti mulai “hilang” dari peredaran. Kalaupun muncul, hanya sesekali pada kesempatan-kesempatan khusus yang menuntut “keresmian” dan penghormatan lebih seperti pada acara resepsi pernikahan, rapat-rapat resmi.

Rapat resmi? Benarkah? Anggota dewan di Senayan dan di berbagai daerah lebih senang dan merasa berwibawa memakai setelan jas dan dasi yang nota bene adalah produk impor dari peradaban Barat. Lengser menjelang longsor, begitu mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi batik pasca wafatnya sang Jendral Besar. Kita pun tak semuanya tahu bahwa, ternyata, ada jalan panjang untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO bahwa batik adalah “produk asli” Indonesia. Terlalu!

Jumat 2 Oktober 2009, batik muncul kembali ke permukaan setelah “menyelam” atau bahkan “tenggelam” entah untuk berapa lama di perairan konflik perebutan paten. Batik berjaya kembali (?) hampir semua orang memakai pakaian batik. Kantor-kantor pelayanan publik, karyawannya memakai baju batik semua. Guru-guru pun memakainya. Tidak ketinggalan, di tempat kerja penulis (Institut Theologia Aletheia Lawang Jawa Timur), batik mendominasi dan membungkus tubuh dosen, beberapa staf. Mahasiswa mendominasi.

Entah sebagai ungkapan syukur atau hanya ikut-ikutan dan “mengamini” himbauan “yang di atas sana (bukan Tuhan)”, batik mania turun ke jalan. Paling tidak, colorful begitu, karena ada banyak motif batik. Banyak eui! Semoga colorfulnya suasana pagi ini dengan nuansa batik dalam jangka panjang akan membuat kita I Love you Full kepada batik dan budaya-budaya serta produk-produk budaya termasuk obat-obatan tradisional, makanan tradisional, kearifan lokal (local genius) yang memang terbukti banyak diaku dan diklaim sebagai milik tetangga.

Celakanya, bukan dan tidak hanya berhenti pada klaim tetapi masuk ke tingkat paten dan pematenan. Ini adalah momentum. Momentum untuk tidak berpuas diri. Kita harus tetap dan terus mencari, mengidentifikasi, mengiventarisasi, mematenkan dan membudayakan aset budaya kita kembali. Kemenangan batik harus kita jadikan tonggak untuk membuat kita menyadari bahwa sebenarnya seringkali kita tidak peduli kepada budaya dan aset-aset budaya kita yang bertebaran. Kita baru ribut ketika ada tetangga nakal yang merampas dan mematenkannya. Kali ini kita menang. Tetapi, pernahkah kita menyadari bahwa sebenarnya sudah terlalu banyak kekalahan dan paenjarahan terjadi terhadap budaya kita. Semoga, kemenangan batik akan membatik semangat dan kecintaan kita kepada budaya bangsa sendiri. Perlu politik kebudayaan dan apresiasi kultural yang terinternalisasi dalam diri setiap kita.
Hari ini batik, besok apa lagi?
sumber : http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=15420