Banner

Kamis, 13 November 2014

Batik Cirebon - Pengusaha Solo: Batik Jokowi di APEC Gaya Yogya

batik cirebon


Batik Cirebon - Penampilan Presiden Joko Widodo yang menggunakan baju batik dalam lawatan perdananya ke luar negeri di forum APEC di Beijing Cina mendapat sambutan positif dari pengusaha batik di Solo. Para pengusaha berharap batik bisa semakin dikenal oleh masyarakat dunia.
Wakil Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan Solo, Gunawan Muhammad Nizar mengatakan bahwa batik yang dikenakan Jokowi dalam lawatan tersebut bercorak parang. "Dihiasi dengan ceplokan motif peksi (burung)," katanya, Selasa 11 November 2014.
Batik Cirebon - Menurutnya, batik yang digunakan oleh Jokowi tersebut merupakan batik gaya Yogya. "Terlihat jelas dari warnanya yang putih," katanya. Sedangkan batik gaya Solo biasanya didominasi soga atau warna gelap serta kuning gading.
Gunawan mengatakan bahwa batik motif parang memang banyak berkembang di Solo dan Yogya. "Perbedaan paling jelas memang di masalah warna," katanya. Selain itu, motif parang dalam batik Yogya memiliki ukuran lebih besar dibanding batik asal Solo.
Meski demikian, Gunawan mengatakan bahwa pengusaha batik di Solo tidak merasa kecewa meski Jokowi yang berasal dari Solo justru mengenakan batik Yogya. "Kami sudah cukup gembira karena presiden sudah ikut mempromosikan batik ke luar negeri," katanya.
Dia beralasan bahwa pada saat ini para perajin batik sudah tidak berpatokan pada kedaerahan. "Banyak perajin di Solo yang membuat batik gaya Yogya," katanya. Sebaliknya, para perajin di Yogya juga banyak yang memproduksi batik gaya Solo. "Tinggal mana yang sedang laku di pasaran," katanya. (batik Cirebon)

Rabu, 12 November 2014

Batik Cirebon - Cinta Indonesia, Chelsea Islan Menunjukan Model Baju Batiknya

Batik Cirebon

Batik Cirebon  - Chelsea Elizabeth Islan atau yang akrab dikenal dengan Chelsea Islan sangat cinta dengan kebudayaan indonesia seperti batik. Chelsea Islan merupakan seorang aktris Indonesia berkebangsaan Amerika.
Sewaktu Chelsea kecil, Chelsea Islan sudah memiliki dasar di dunia teater hingga akhirnya ia pertama kali bermain di film utamanya seperti Refrain dengan peran tidak jauh beda dari kehidupan pribadinya.
Meski blasteran Amerika-Indonesia, kecintaan dan kebanggaan Chelsea Islan sebagai keturunan Indonesia cukup terlihat jelas dari beberapa foto dirinya yang mengenakan batik di akun instagram pribadinya.
Pada 17 Agustus 2013, Chelsea Islan nampak memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk Indonesia dengan memakai foto dirinya yang memakai batik. Hal ini menunjukkan kebanggaan Chelsea Islan terhadap batik budaya indonesia yang terkenal dengan motif nya yang indah meskipun Chelsea Islan merupakan warga Kebangsaan Amerika.
Batik Cirebon - Baru-baru ini, saat menghadiri acara penghargaan `Showbiz Indonesia Awards 2014`, Jumat (24/10/2014), Chelsea Islan terlihat mengenakan atasan batik berwarna hijau kebiruan dan rok batik berwarna oranye. Untuk atasan, corak motif yang dipilih mirip batik Kawung dengan pola bulatan yang lebih kecil dan pola daun yang lebih besar. Untuk rok batik Chelsea Islan nampak memilih bermotif batik Semen Ageng.
Pada saat hari batik nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, Chelsea Islan merayakannya dengan mengunggah foto dirinya memakai kemben batik. Kain batik berwarna hijau memiliki corak rumput atau daun bambu. Sementara kain batik berwarna ungunya memiliki corak ikan, penyu, dan beragam hewan laut lainnya dan Chelsea belum terlalu mengenal motif khas batik cirebon yaitu motif megamendung yang banyak diminati oleh orang di seluruh dunia.
“Selamat Hari Batik Nasional! Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari Budaya Indonesia sejak lama. I am proud to be Indonesian,” ujar Chelsea Islan saat mengunggah foto dengan model baju batik tersebut.(batik cirebon)

Selasa, 11 November 2014

Batik Cirebon - Musisi Kelas Dunia Ini Bangga Memakai Batik

Santana Memakai Batik Di Video Klip nya
Santana Memakai Batik Di Video Klip nya
Batik Cirebon - Musisi Yang Bangga Akan Batik Adalah Santana, salah seorang maestro musik dan gitaris terkenal di kancah dunia dengan lagunya yang berjudul 'The Game of Love' pada tahun 2002 ini, meluncurkan single video klip terbaru baru-baru ini.
Namun ada yang unik dari video klip tersebut, tidak hanya karena lagunya yang asyik didengar, tapi juga karena Santana dengan bangga memakai batik! Gitaris gaek asal Amerika Latin ini menunjukkan kecintaannya terhadap batik Indonesia dengan memakainya di dua video klip terbaru miliknya.
Penampakan batik yang pertama terlihat di dalam video klip Santana bersama Chad Kroeger berjudul “Into the Night.” yang merupakan single pertama dari album kompilasi pada tahun 2007.
Pada klip tersebut, musisi yang pernah memenangkan 10 Grammy Awards dan tiga Latin Grammy Awards itu awalnya mengenakan kaos biru dan kemeja putih. Kemudian, dia terlihat memakai kemeja batik bercorak hijau dengan lengan panjang yang digulung.
Batik Cirebon - Penampakan batik yang kedua ada di video klip yang dirilis pada tanggal 1 Mei 2014 di media berbagi video online, Youtube. Santana yang berkolaborasi dengan Samuel Rosa dalam single video klip berjudul “Saideira.” terlihat tidak menanggalkan batik lengan panjang berwarna cokelat dari awal hingga berakhirnya video tersebut.
Musisi legendaris kelahiran Jalisco, Meksiko, 20 Juli 1947, itu tampil percaya diri mengenakan batik untuk penampilannya di video klip yang notabene ditonton jutaan pasang mata sedunia.
Hal ini tentu saja membuat bangga bangsa Indonesia. Bahkan beberapa pengguna Youtube dari indonesia mengucapkan rasa terima kasihnya langsung kepada Santana melalui kolom komentar di video yang telah ditonton oleh 300ribu orang itu.(batik Cirebon)

Senin, 10 November 2014

Batik Cirebon - Mengenal Sosok Apni Amalia, Puteri Batik Dermayu 2014

Batik Cirebon

Batik Cirebon - Apni Amalia baru saja dinobatkan sebagai Puteri Batik Dermayu 2014, bersama dengan Ayatullah Gumelar. Keduanya mengungguli finalis lainnya pada malam Grand Final Pemilihan Putera-Puteri Batik Dermayu 2014 yang diadakan di Gedung Panti Budaya Indramayu pada malam minggu tanggal 1 Nopember 2014 lalu.
Apni Amalia, gadis manis yang masih duduk dibangku kelas XII SMA Negeri 1 Kandanghaur ini menyingkirkan finalis lain yang rata-rata adalah mahasiswa setelah melewati beberapa tahapan penilaian. Siswi SMA Negeri 1 Kandanghaur ini mampu menjawab pertanyaan juri dengan lugas pada sesi presentasi dan tanya jawab.
Batik Cirebon - Sistem penjurian Putera-Puteri Batik Dermayu dilakukan dengan terbuka dan transparan mulai dari etika, public speaking, pengetahuan tentang batik, penyampaian presentasi dan tes wawancara juga kepribadiannya pada saat mengikuti karantina.
Kegiatan karantina sendiri diikuti sejak hari Rabu 29 Oktober 2014 sampai hari Sabtu sebelum pengumuman finalis. Setelah dirinya tahu di masuk finalis, maka dia langsung berlatih koreografi untuk acara malam Granf Final PPBD.
 Sehari-hari Apni sebagai pelajar SMA yang harus berangkat lebih awal ke sekolah karena takut terlambat datang ke sekolah. Apalagi lokasi rumahnya lumayan jauh dari tempat tinggalnya di Sukamelang Kecamatan Kroya, dengan menempuh perjalanan sekitar 20 - 25 menit menggunakan sepeda motor.
 Apni sendiri termasuk siswi yang supel senang bergaul dengan teman-temannya, enak diajak ngobrol, ceplas-ceplos seperti kebanyakan pelajar lainnya. Dia sudah dewasa dalam berpikir karena sudah lama ditinggal oleh Ayahnya. Kini Apni bisa membuktikan kepada dunia bahwa pelajar dari pelosok desa pun bisa bersaing dalam hal apa pun dan dengan siapapun, demikian ia tulis dalam status facebooknya. (batik Cirebon)

Minggu, 09 November 2014

Batik Cirebon - Putra Putri Batik Nusantara 2014 Sebarkan Virus ke Generasi Muda

batik cirebon
Putra Putri Batik Nusantara
Batik Cirebon - Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2014 bukan hanya sebagai ajang melestarikan budaya batik nusantara, tetapi juga untuk membangun jiwa kewirausahaan yang mumpuni para generasi muda. Hal tersebut disampikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (28/09/2014).
"Ajang PPBN 2014 bukan untuk sekedar tampil memperlihatkan batik sebagai budaya bangsa Indonesia yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif saja, tapi juga melahirkan wirausaha di bidang batik," terang Sapta.
Batik Cirebon - Hal senada diungkapkan Rieke Caroline yang merupakan Putri Pariwisata Indonesia 2009. Ia menjelaskan, bahwa PPBN 2014 bukan hanya sebagai ajang mempromosikan batik dan mempresentasikan batik yang dipakai setiap harinya. Tetapi, panitia juga mengadakan workshop mengenai proses membantik.
"Karantina kami itu lebih mengajarkan untuk menjadi generasi muda yang memumpuni. Artinya, dalam kelas-kelas yang kami berikan itu ada wawasan batik nusantara, batik konvensional, dan program pariwisata. Selain itu, peserta juga dinilai mengenai ketrampilan membantiknya di museum tekstil," ujar Rieke yang juga merupakan salah satu founder Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN).
Rieke menambahkan, sebelum memasuki malam puncak, seluruh finalis telah dibekali beragam budaya, seni, psikologi dan akting. Sebab, ketika finalis terpilih menjadi pemenang, mereka memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan fesyen batik di semua lini di lingkungan masyarakat, baik itu pekerja profesional, kantoran, entertainmen dan banyak lagi.
Peserta diharapkan bisa menyebarkan virus kepada generasi muda untuk menggunakan batik sebagai kebutuhan fesyen sehari-harinya. Para finalis PPBN bisa mengembangkan penggunaan batik sebagai gaya hidup dengan kaos, busana santai, busana resmi maupun yang lainya.
Konferensi pers jelang malam final PPBN 2014 tersebut juga dihadiri Ketua Ikatan Pecinta Batik Nusantara Ayu Dyah Pasha, Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuti, Ketua Panitia Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara Tantie Koestantia, Puteri Pariwisata Indonesia 2009 Andara Rainy Ayudini, dan Public Communication Specialist JNE Kuncoro Jati. (batik Cirebon)

Sabtu, 08 November 2014

Batik Cirebon - Sang Presiden Terbang Ke Tiongkok Menggunakan Batik

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Presiden Joko Widodo pagi ini, Sabtu (8/11/2014) meninggalkan Indonesia untuk menghadiri serangkaian kegiatan internasional. Kegiatan  diawali dari pertemuan negara-negara yang tergabung dalam Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Beijing, Tiongkok.
Pantauan Tribunnews.com, Presiden Jokowi tampak mengenakan kemeja batik berwarna cokelat tua. Berbeda dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, yang biasanya mengenakan setelan jas berwarna hitam jika melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
Presiden Jokowi baru keluar setelah beberapa pejabat negara keluar dari pintu gerbang Sasana Manggala Praja menuju ke landasan udara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Susilo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil yang berjalan berdampingan mengenakan kemeja batik seperti motif batik cirebon
Setelah itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Marsetyo keluar dari pintu gerbang Sasana Manggala Praja menuju landasan udara.
Kemudian, Mensesneg Pratikno yang mengenakan kemeja batik cokelatnya, diikuti Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang mengenakan batik biru, didampingi oleh istrinya, Veronica Tan.
Setelah itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengenakan batik cokelat, didampingi oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh keluar menemani Presiden Jokowi. Dibelakangnya tampak Ibu Negara, Iriana Widodo yang mengenakan busana kebaya dengan atasan berwarna merah muda.
Ini merupakan perjalanan dinas perdana Jokowi ke luar negeri. Ia akan menghadiri tiga pertemuan tingkat dunia, yaitu APEC di Beijing, G-20 Summit di Brisbane, Australia dan Pertemuan ASEAN di Myanmar.(batik Cirebon)

Batik Cirebon - Sang Pelopor yang Mengubah Desa TKW menjadi Desa Batik

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Banyaknya perempuan Kabupaten Kendal Jawa Tengah, yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri, membuat Sri Lestari (34), warga Jambearum Patebon Kendal, prihatin.
Berangkat dari keprihatinannya tersebut,  wanita yang bekerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini, mencoba mengurangi banyaknya perempuan Kendal menjadi TKW. Salah satunya dengan memberi keterampilan pada ibu-ibu yang ada di desa Jambearum Patebon.
“Apalagi dengan adanya berita 2 TKI yang dibunuh di Hongkong. Ini sangat mengerikan,” kata Lestari, Kamis (6/11/2014).
Lestari menjelaskan, hampir setiap rumah yang ada di desanya, Jambearum, selalu ada keluarganya yang menjadi TKW. Hal itu sangat memprihatinkan. Apalagi, anak-anak yang ibunya menjadi TKW, menurut Lestari, lebih cenderung kurang terurus.
“Saya prihatin dengan kondisi itu. Lalu saya mencoba memberi pelatihan ketrampilan pada ibu-ibu yang ada di desa Jambearum,” ujarnya.
Awal pelatihan yang diberikan untuk ibu-ibu, adalah menjahit. Sebab ada salah satu warganya yang bisa menjahit. Namun karena tidak ada mesin jahit untuk mendukung pelatihan, lalu diganti menjadi pelatihan membatik.
Kebetulan, pada tahun 2010, di Dinas tempat Lestari bekerja, ada program pelatihan membatik. “Yang ikut, awalnya cuma satu ibu bernama Asri. Tapi, kemudian saya dengan Asri mengumpulkan ibu-ibu yang lain, untuk member ketrampilan membatik,” akunya.
Hasilnya, cukup menggembirakan. Sebab ada banyak ibu-ibu yang tertarik untuk menekuni ketrampilan membatik. Apalagi, pemerintah Kabupaten Kendal, sedang giat-giatnya memperkenalkan batik Kendal kepada masyarakat.
“Sekarang di desa Jambearum, sudah ada 15 pembatik, 3 diantaranya penjahit yang membuat pakaian batik,” ucapnya.
Jambe Kusuma
Sri Lestari mengaku, cukup sulit menyadarkan ibu-ibu supaya tidak berangkat ke luar negeri untuk menjadi TKW. Namun begitu, ia akan terus berusaha, supaya niatnya untuk mengurangi TKW di desanya bisa berkurang.
“Niat yang baik, Insya Allah akan menghasilkan sesuatu yang baik. Untuk itu, saya akan terus berusaha,” tambahnya.
Lestari menceritakan, sekarang ini sudah ada beberapa TKW, yang pulang ke rumah dari luar negeri dan tidak mau berangkat lagi. Mereka memilih menjadi pembatik. Apalagi, mereka sudah merasakan, hasil dari membatik. “Tapi masih banyak juga, yang pulang lalu berangkat lagi menjadi TKW,” akunya.
Batik buah karya warga Jambearum itu, kata Lestari, diberinama Batik Jambe Kusuma.
Lantaran ketekunan ibu-ibu dalam melestarikan kain yang menjadi citra kepribadian bangsa tersebut, April 2013 lalu, desa Jambearum di tetapkan sebagai desa batik oleh Dirjen Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Jateng. Pasalnya, di desa itu, saat ini sudah terproduksi, berbagai batik.
Mulai dari berbagai jenis batik berikut motifnya, hingga pakain motif batik. Selain itu, juga pernak-pernik batik seperti, sapu tangan, tempat tisu, dasi, tutup nasi, taplak dan lainnya.
Batik buatan desa ini, sudah dijual ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan diekpor ke beberapa negara tetangga. “Memang sejak awal niat kami membatik sebenarnya untuk mengurangi warga Jambearum untuk jadi TKW dan meningkatkan ekonomi keluarga. Jadi bukan untuk mendapatkan gelar Desa Wisata,” kata Sri Lestari, yang juga menjadi ketua Paguyuban Batik Jambearum.
Kegigihan Lestari dalam mengembangkan batik di desanya, juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Kendal, Widya kandi Susanti. Sehingga ibu 2 anak ini, mendapat penghargaan Bupati Award.
“Tak hanya mendapatkan gelar Desa Wisata, Desa Jambearum juga dijadikan sebagai desa vokasi. Yakni desa yang bisa dijadikan tempat untuk belajar oleh desa lain,” kata Lestari.
Batik Cirebon - Setelah mendapat berbagai gelar tersebut, desa Jambearum banyak mendapat bantuan. Mulai dari pemerintah Kabupaten hingga Dirjen Kementrian Pariwisata. Namun, diakuinya untuk berkembang sebagaimana desa wisata yang utuh, saat ini Jambearum masih sangat jauh. Sebab, belum terpenuhinya sarana dan prasarana yang layak untuk jadi Desa Wisata.
“Plang pintu masuk bertuliskan Desa Wisata Batik juga belum ada, Pengelolaan secara profesional sebagai tempat wisata juga belum dibentuk. Disamping itu, juga belum ada promosi akan desa ini, ke berbagai daerah maupun negara-negara lain,” akunya.
Dampak positif menekuni usaha batik, diakui oleh salah satu warga Jambearum, Sugiarti,( 32). Ia mengaku terbantu dengan adanya kegiatan batik yang ia tekuni. Sugiarti mengaku, dulunya ia adalah buruh pabrik, yang setiap hari meninggalkan rumah untuk bekerja di pabrik.
Namun setelah menekuni batik, kini ia bisa konsen di rumah dengan membatik. Satu batik tulis, yang ia hasilkan, bisa terjual dengan harga Rp 225.000-Rp 300.000 per lembarnya. Waktu pengerjaannya, sekitar 2-3 hari.
“Modal awalnya sekitar Rp 100.000-Rp 130.000 untuk satu kain batik. Jadi dalam sebulan saya bisa mengerjakan 10-12 kain batik tulis. Keuntungan saya Rp 1,7 juta-Rp 2 juta per bulan,” akunya.
Keuntungan tersebut, menurutnya, jauh lebih baik kalau dibandingkan harus kerja di pabrik, atuapun kerja jadi TKW. Sebab kerja jadi buruh pabrik maupun TKW tidak bisa dekat dan mengurus pekerjaan rumah tangga.
Ia berharap kepada pemerintah membantu mempromosikan desa Jambearum sebagai desa wisata. Dengan begitu, batik yang dihasilkan oleh ibu-ibu Jambearum, bisa semakin banyak terjual.(Batik Cirebon)

Kamis, 06 November 2014

Batik Cirebon - Ternyata Batik Berjaya Masih Buatan Cina

Batik Cirebon
Batik Cirebon - Seruan Presiden Jokowi untuk menggunakan wastra atau kain Indonesia disambut positif. Menurut Sativa Sutan Aswar, seruan Presiden tentang kain lokal tak bisa sebatas slogan.
"Enggak bisa cuma slogan pemerintah dan jadi kebanggaan semata. Kita perlu memperhatikan akar utamanya yaitu serat benang lokal," kata pakar dan pengamat kain yang biasa disapa Atidje ini, Senin, 3 November 2014 di Jakarta.
Batik Cirebon - Atidje melihat kelemahan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah menggunakan produk impor. "Kita bangsa pengimpor. Bangga pakai kain batik, tapi pernahkah terpikir bahwa serat benang sebagai bahan dasar kain batik masih diimpor dari Cina," kata Atidje yang rajin blusukan ke daerah untuk memberikan pelatihan pembuatan kain di berbagai daerah ini.
Istri mendiang pengamat ekonomi, Arief Aryman ini mengatakan Cina dan India, memiliki industri kain yang sangat rapi dari hulu ke hilir.
Hal itu, ia menambahkan, bisa dipahami mengingat kebudayaan dan tekstil mereka sudah ratusan bahkan ribuan tahun. "Sebenarnya bangsa kita enggak kalah, tapi kita enggak pernah serius, kita terbiasa dengan barang jadi, bukan menciptakan dari bahan dasarnya," kata dia.
Atidje adalah lulusan Desain Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, dan Ecole Des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS) Paris. Untuk meraih gelar doktor, ia menulis tesis 'Evolusi Industri Tekstil di Sumatera Barat'.(batik cirebon)

Rabu, 05 November 2014

Batik Cirebon - Mojokerto Gagal Realisasikan Seragam Batik Lokal untuk PNS

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Kota Mojokerto gagal merealisasikan program wajib batik lokal untuk semua PNS dan seluruh pegawai di bawah Pemkot Mojokerto untuk tahun ini. Meski demikian, sedang diupayakan untuk pengadaan batik lokal dari seluruh pebatik dan UMKM senilai Rp 1,4 miliar itu untuk tahun depan.
Kegagalan Pemkot merealisasikan pengadaan seragam batik yang dipasok dari UMKM lokal itu informasinya karena ada kegamangan dari Pemkot.
Karena nilai pengadaan seragam batik lokal itu kalau ditotal anggarannya Rp 1,4 miliar perlu dukungan regulasi. Apalagi Pemkot Mojokerto dengan "kreativitasnya" memecah anggaran itu kepada setiap SKPD atau Dinas.
Setiap SKPD sudah menganggarkan tidak sampai Rp 200 juta untuk pengadaan batik lokal ini. Dengan memecahnya di setiap SKPD harapannya bisa langsung memberdayakan pelaku UMKM dan pebatik.
Namun sampai saat ini, program ini makin tak jelas. Saat dikonfirmasi, Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus mengaku masih mengupayakan. "Sedang berproses. Agak tertunda. Paling Januari 2015 semua sudah tuntas," kata Mas'ud, Selasa (4/11/2014).
Mas'ud mengaku masih perlu konsultasi dengan BPK atas rencana pengadaan batik untuk seluruh anak buah dan stafnya. Ini demi akuntabilitas dan tidak berdampak hukum.
Meski demikian, dia yakin bahwa program wajib batik lokal bagi seluruh PNS di Pemkot Mojokerto bakal terealisasi. Sebab, menurut Mas'ud tujuan utama program ini semata-mata ingin memberdayakan para pebatik dan UMKM.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Hariyanto mengakui bahwa di dinasnya termasuk yang paling besar anggarannya untuk pengadaan seragam batik lokal tersebut, Bisa di atas Rp 200 juta. "Namun pengadaan ini sama dengan pengadaan seragam di sekolah-sekolah. Jadi sebenarnya tak ada masalah dengan pengadaan seragam batik di setiap SKPD," kata Hariyanto.
Batik Cirebon - Sementara itu berkembang wacana bahwa gagalnya realisasi pengadaan seragam batik di Pemkot Mojokerto itu juga karena saat ini Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ahmad Zainudin menjadi tersangka dugaan korupsi Tanah Kas Desa.
Saat ini ditahan di Lapas. Dinas ini yang membawahi seluruh perajin batik dan UMKM sehingga berpengaruh pada proses pemilihan para perajin batik dan UMKM batik.
Sebenarnya, program wajib batik lokal nagi seluruh pegawai dan PNS Kota Mojokerto itu direncanakan Juli sudaj berbatik ini. Batik lokal sebagai kebanggaan daerah ini gagal terealisasi.
Anggaran Rp 1,4 miliar itu tersebar di belasan SKPD. Pengadaannya diserahkan SKPD dan tidak perlu lelang.
"Sudah disepakati satu motif batik khas Mojokerto yang dipilih. Namun kami masih menunggu cetakan motif untuk dicap. Jadi nanti bukan batik tulis, melainkan batik cap," kata Sekertaris Diskoperindag UKM Kota Mojokerto Indah Soelistiowati Andayani.
Realisasi batik ini dilakukan menyusul kebijakan Wali Kota Mas’ud Yunus yang mewajibkan PNS mengenakan batik lokal pada hari kerja.
Ini telah dituangkan dalam Perwali 16 Tahun 2014. APBD 2014 juga telah mengalokasikan Rp 1,4 miliar untuk belanja batik daerah bagi 3.269 PNS.(batik cirebon)

Selasa, 04 November 2014

Batik Cirebon - Batik yang Kian Modern dan Bordir Nan Segar

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Kekayaan budaya Indonesia tak habis-habisnya dieksplor. Berbagai kreasi dari kain tradisional yang diolah dengan beragam gaya pun menjadi keunikan tersendiri. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan bahwa kain tradisional kini tak lagi ketinggalan zaman.
Dengan dukungan dari PLT Ketua Umum Dekranasda Provinsi DKI Jakarta Veronika Tjahaja Purnama, tiga desainer menghadirkan tema Urban Art Contemporer di panggung Jakarta Fashion Week 2015. Rumah Kebaya, Batik Chic, dan Batik Riana Kesuma mengusung konsep tradisional berbalut kekinian yang segar!
Batik Cirebon - Vielga Wenninda, sang desainer dari Rumah Kebaya, kali ini, mengangkat keindahan bordir bunga. Bordir handmade ini memang menjadi sebuah ciri khas dari busana kreasinya. Namun ia tak melulu menghadirkan kebaya, melainkan potongan busana siap pakai yang modern.
Siluet yang dihadirkannya lebih bergaya formal dengan model blus berkerah dan berlengan panjang. Blus ini dipadukan dengan celana atau rok pendek berwarna senada. Sepintas, beberapa busananya terlihat seperti busana kerja.
Beberapa busananya juga diberi sentuhan lengan lonceng (melebar di bagian pergelangan tangan atau separuh lengan). Model blazer panjang dua lapis yang dihadirkannya juga memberi kesan feminin.
Meski terlihat apik dan formal, namun ia terlihat kurang berani memadu madankan warna dalam busananya. Hampir semua busananya memiliki paduan warna yang senada antara atasan dan bawahannya. Hanya satu busana yang dipadukan dengan warna berbeda, yaitu blus panjang turtle neck plus bawahan hitam.
Yang terlihat menonjol, Vielga juga melengkapi tampilan modelnya dengan menggunakan tas jinjing kecil yang dibentuk mirip lampion, lengkap dengan bordir bunga di setiap sisinya. Hanya saja, lagi-lagi, tas ini punya warna yang senada dengan bajunya.
Kreasi Batik Modern
Rumah Kebaya, Novita Yunus dari Batik Chic memilih untuk memadukan berbagai warna dalam kreasinya. Sekalipun ia mengambil tema BC Toko Merah, Novita memperkuat tampilan warna merah dengan warna lain, seperti cokelat dan abu-abu.
Batik Cirebon - Dalam pembuatan busananya, ia mengaku terinspirasi dari bangunan tertua di kawasan Kota Tua Jakarta, Toko Merah. Bangunan yang kini disewakan sebagai function hall  ini memiliki eksterior khas berwarna merah.
Koleksi bertema Toko Merah ini banyak dipengaruhi oleh batik lasem bermotif bunga dan burung. Ia juga banyak memadukannya dengan motif kulit ular, kulit sapi dan ulap doyo (bunga anggrek hitam dari Kalimantan).
Batik Cirebon - Dominasi aksen bordir berwarna merah tua dan keemasan membuat tampilan busana dengan siluet kebaya, blus dan dress terlihat makin elegan. Sebagai padanannya, Novita menggunakan kain yang dibentuk wiron, rok lipit A-line, celana pendek dan celana panjang.
Senada dengan Batik Chic, Batik Riana Kesuma juga memiliki misi membuat batik jadi lebih modern. Kali ini, Riana Kesuma tak hanya menghadirkan kreasi busana dari batik, tapi juga dari kain tenun.
Sekitar delapan outfit yang ditampilkan terbuat dari batik tulis halus klasik dipadu batik khas Jakarta. Batik ini memiliki motif flora dan fauna. Sentuhan bordir dan paduan bahan lace yang digunakan sebagai kardigan. Ia juga menghadirkan busana bergaya cape dengan tangan lonceng dan celana berpipa lebar dengan motif yang cukup ramai. (batik Cirebon)

Senin, 03 November 2014

Batik Cirebon - Ini Batik Tirta Intanpari Khas Karanganyar

batik cirebon
Batik Cirebon - Sayembara desain batik khas Kabupaten Karanganyar akhirnya memperoleh pemenang lomba dengan karya bertajuk 'Tirta Intanpari'. Aneka corak perlambang bangunan heritage, flora, fauna serta potensi wisata khas Karanganyar terangkum di karya ini.
Muhammad Qomar, pencipta karya Tirta Intanpari ini, merupakan salah seorang peserta sayembara yang berhasil menggabungkan desain batik konvensional dengan corak pesanan juri, yakni Candi Cetho dan Gunung Lawu. Pria asal Sroyo, Jaten ini juga berimprovisasi menyematkan corak burung derkuku dan air terjun di bidang kain berwarna dasar hijau. Selain dirinya, dewan juri menetapkan Tri Wulandari asal Sleman DIY dan Dina Sri Pratiwi asal Jaten Karanganyar, masing-masing sebagai juara II dan III.
Batik Cirebon - "Juara II dengan desain gambar candi Sukuh dan juara III dengan motif bergambar Candi Cetho. Semua pemenang menggunakan corak sesuai pesanan kami. Tapi masing-masing memiliki kualitas berlainan. Corak terbaiklah yang berhak meraih predikat juara I," kata Kabid Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karanganyar, Eny Fauziah kepada 'KRjogja.com', Minggu (02/11/2014).
Ditambahkan, hasil karya Qomar tersebut bakal ditampilkan dalam gelaran fashion show duta wisata Karanganyar pada puncak acara HUT Karanganyar, pertengahan bulan ini. Oleh panitia, corak batik yang dihasilkan Qomar kemungkinan bakal direvisi, meski hanya di sisi pewarnaan saja.
Diceritakan Qomar, Tirta Intanpari diciptakan usai dirinya memperoleh bahan gambar dari sejumlah referensi. Kemudian dengan bantuan program komputer grafis, dirinya menuangkan simbolisasi Gunung Lawu, burung derkuku yang bermakna sebagai asal usul nama Karanganyar, air terjun sebagai potensi sumber daya alam, hingga ornamen-ornamen macam daun teh, candi cetho hingga pohon tebu.
Atas keberhasilannya, pria yang telah empat tahun menggeluti profesi sebagai desainer batik tersebut berhak mendapatkan hadiah sebesar  Rp 15 Juta dan piagam.  Sebagaimana diberitakan, 77 peserta mengikuti sayembara desain batik khas Kabupaten Karanganyar. Setelah diseleksi, 51 peserta lolos tahapan administratif. Kemudian tim juri memilih 10 nominator dari hasil desainnya untuk maju di ajang final. (batik Cirebon)
 

Sabtu, 01 November 2014

Batik Cirebon - Perkaya Motif Batik Lumajangan, Disbudpar Libatkan Masyarakat

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Motif batik Lumajangan khas Kabupaten Lumajang sejauh ini belum keluar dari mainstream. Pakem-nya masih bernuansa potensi alam di Kota Pisang ini. Ada motif atau corak pisang, gunung semeru dan lainnya dengan warna yang ngejreng. Motif dan corak itu banyak dimunculkan para pegiat kerajinan batik di berbagai kampung batik di sejumlah Kecamatan.
Namun, saat ini motif dan corak Batik Lumajangan akan ditambah lagi khasanahnya. Caranya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lumajang menggandeng masyarakat secara langsung untuk terlibat.
Kami membuka kesempatan masyarakat, tidak hanya di Lumajang saja. Namun jujga terbuka peluang bagi para pegiat design atau motif Batik dari berbagai daerah untuk memperkaya khasanah Batik Lumajangan ini, kata Indrijanto, SH Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Jumat (31/10/2014).
Lebih jauh dikatakannya, kegiatan ini dalam bentuk lomba dalam rangka mengembangkan potensi batik di Lumajang sendiri, agar tidak terkesan lamban. Peluang untuk masyarakat bisa memperkara khazanah Batik Lumajangan ini, kita buka sejak 10 Oktober lalu dan ditutup 25 November mendatang.
Batik Cirebon - Dimana, masyarakat baik pelajar maupun umum, karena kita membuka dua kategori, bisa mengirimkan design batiknya ke Kantor Disbudpar Kabupaten Lumajang. Kami akan memberikan reward dengan total sebesar Rp. 30 juta bagi mereka-mereka yang telah mengirimkan design terbaik, bebernya.
Design terbaik, masih kata Indrijanto, nantinya akan dinilai langsung oleh tim yang terdiri dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogjakarta, Disbudpar Provinsi Jatim dan Budayawan Lumajang.
Harapan besarnya, Batik Lumajang yang masih baru berkembang bisa didorong sebagaimana Batik daerah lainnya. Ciri khasnya bisa terbangun, coraknya juga menjadi pakem tersendiri. Kita dalam proses menggali dan mencari khazanah Batik Lumajangan ini sendiri, ungkapnya
Dari upaya ini, lanjut Indrijanto, motif dan corak Batik yang berhaisl dihimpun, akan disalurkan kepada Paguyuban Batik Lumajang yang menaungi pegiat kerjainan batik itu sendiri.
Tujuannya, nantinya muncul kreatifitas yang lebih. Sebab, pegiat kerajinan batik juga akan kita libatkan dalam kegiatan ini, meski tidak dalam kepanitiaan. Motif dan design batik yang kami himpun nanti, tentu akan melewati proses penyempurnaan. Karena, ada tokoh perbatikan yang menjadi tim penilai, urainya.
Tidak hanya itu saja, design motif dan corak batik yang dihimpun, nantinya juga akan divisualisasikan dalam bentuk kerajinan batik yang akan ditampilkan dalam design batik siap pakai.
Tentu kami akan melibatkan designer untuk itu. Yang jelas, motif dan corak batik yang kami himpun, akan kita tampilkan langsung kepada masyarakat dalam bentuk peragaan busana batik yang melibatkan model. Ragam motif dan corak batik juga akan kami bukukan, pungkas Indrijanto. (batik cirebon)