Banner

Selasa, 17 Maret 2015

Batik Cirebon - Produsen Batik Pekalongan Resah

Batik Cirebon - Masih terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) membuat resah produsen batik di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Biaya produksi batik menjadi lebih tinggi karena bahan baku sebagian besar impor.

"Sudah mulai terasa pada biaya produksi yang bertambah mahal," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Kabupaten Pekalongan, Failasuf, Senin (16/3/2015).

Menurutnya, kenaikan biaya produksi batik tersebut diakibatkan bahan baku pembuatan batik yang hampir seluruhnya adalah barang impor. Kenaikan harga bahan baku itu sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir.

"Biaya produksi otomatis naik. Sebab bahan baku pembuatan batik tersebut impor, seperti sutera, katun dan lilin. Apalagi melemahnya rupiah terjadi jangka panjang, akan sangat terasa berat sekali," ujarnya.

Batik Cirebon - Pria yang juga pengusaha batik tersebut mengungkapkan, naiknya biaya produksi otomatis naik pula harga jual batik tersebut. Sehingga dia khawatir, hal itu akan berpengaruh pada omset yang menurun.

"Kalau konsumen tidak bisa menerima kenaikan harga batik itu, otomatis omset kami turun. Untuk mensiasatinya, kami meningkatkan nilai seninya. Sehingga bisa mendongkrak harga batik yang sudah jadi," ungkapnya.

Melemahnya rupiah, lanjut dia, diperparah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan cenderung banyak terjadi hujan. Sehingga produksi batik menurun.

"Hujan terus seperti ini juga mengganggu. Sebab, para perajin batik masih mengandalkan sinar matahari. Jadi penurunan produksi batik akibat hujan mencapai sekitar 30%. Saat puncaknya lalu malah menurun sampai 50%," terangnya.

Saat cuaca cerah, pihaknya memperbanyak produksi batik. Sementara saat terjadi hujan, dia mensiasatinya dengan menggarap produksi lain seperti design.

"Kalau produk batik tulis kan tidak dibuat massal, butuh inspirasi dan ide. Sehingga butuh waktu yang lama juga untuk produksi. Jadi saat cuaca jelek, kami siasati dengan produksi lainnya, misal design. Saat panas, kami perbanyak penjemuran," jelasnya.

Terpisah, Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho, membenarkan hal itu. Menurutnya, saat ini terjadi tren kenaikan bahan baku batik setelah merosotnya nilai rupiah terhadap USD.

"Tingginya biaya produksi ini, membuat produsen batik semakin tertekan. Biaya produksi otomatis bertambah mahal. Namun tidak diikuti harga jual yang naik pula. Sebab daya beli konsumen di pasar menurun," terangnya.

Hal itu, lanjut dia, mengakibatkan omzet produsen batik mengalami penurunan. Pihaknya berharap, para produsen batik di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya tetap dapat bertahan dengan kondisi ini. "Saya harap para produsen batik tetap survive pada keadaan ini," terangnya.( Batik Cirebon )

Senin, 16 Maret 2015

Batik Cirebon - Kreasi Batik Anak Muda Masa Kini

batik cirebon
Tanpa Dijait pun Kain Batik Ini Dapat Dijadikan Gaun Yaitu Drapping
Batik Cirebon - Perkembangan zaman membuat batik semakin modern. Di fashion show bertajuk Bellazo by Flo yang digelar di La Moda Factory Outlet, Manahan, Solo, Selasa (10/3/2015), ditampilkan kreasi busana batik yang bisa dikenakan kalangan anak muda berkarakter energik dan berani.

Fashion show bertajuk Bellazo by Flo tersebut digelar desainer muda Florentina Indrawan, 26. Florentina menampilkan 18 rancangan yang baru saja diikutkan pada ajang pameran Indonesia Fashion Week 2015 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Florentina, desainer lulusan sekolah mode International Fashion Academy (IFA) Paris, menampilkan rancangan yang simpel namun tetap fashionable.

Mengenakan aneka blouse batik dari bahan sutra dan sedikit katun, para model tampil cantik dan energik, khas anak muda.

Sebagai pembuka fashion show, ditampilkan blouse warna ungu yang soft dengan model simpel, dipadu celana hitam yang modelnya terinspirasi dari celana popok bayi. Selanjutnya, ditampilkan blouse simpel tanpa lengan dengan model lipatan di bagian depan.

Blouse batik warna pink dengan model tumpuk di bagian depan terlihat elegan dipadukan celana hitam.  Selanjutnya ditampilkan blouse batik warna oranye dengan desain bagian belakang lebih panjang dibandingkan bagian depan. Baju atasan itu dipadu celana jins biru muda.

Batik Cirebon - Florentina juga menampilkan empat rancangan busana model mini dress dengan desain yang simpel. Salah satunya, mini dress berkerah warna merah lengan pendek dengan desain bagian belakang lebih panjang dibandingkan bagian depannya. Ada juga mini dress tanpa kerah dengan lengan pendek, mini dress berkerah warna kuning yang didesain tanpa lengan dan mini dress warna hijau tosca yang didesain tanpa kerah dan tanpa lengan, serta bagian bawah dirancang lebih longgar.

Selain busana wanita, Florentina juga menampilkan rancangan busana pria dengan desain lengan pendek dan lengan panjang. Florentina mengungkapkan koleksi yang ia tampilkan lebih ke arah kasual sehingga bisa dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Desain yang simpel menjadi pilihan Florentina karena ia menyasar pasar segmen anak muda dan ibu-ibu muda.

“Aku juga pakai warna-warna soft, pastel agar anak-anak muda tertarik pakai batik. Kalau model, aku selalu ikuti tren,” ungkapnya kepada wartawan sebelum fashion show.( Batik Cirebon )

Minggu, 15 Maret 2015

Batik Cirebon - Pengrajin Batik Pantura Bangkrut

Batik Cirebon - Ratusan pengrajin batik dan kain tenun sarung tradisional di sepanjang Pantura, Tegal dan Pekalongan gulung tikar. Sementara sebagian lainnya terancam bangkrut akibat nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang terus naik.

Selain kenaikan harga beli bahan baku benang, pembelian bahan baku yang menggunakan kurs USD ini menyebabkan pengrajin tradisional ini tidak mampu bertahan akibat kesulitan membeli bahan baku.

"Kita beli bahan baku benang sebagai bahan dasar kain batik dan sarung pakai dolar, karena bahan bakunya benang rayon impor dari Tiongkok dan Kanada. Produksi jadinya kita jual pakai rupiah. Jelas kami banyak merugi sehingga sebagian besar menutup usahanya,” ucap Jamaludin Alkatiri (55), salah seorang pengusaha sarung tenun asal kota Tegal, Sabtu (14/3/2015).

Batik Cirebon - Hal yang sama juga dikemukakan oleh Umi Azizah (50), pengrajin batik tulis dan batik cap asal Pekalongan. Menurut Umi, harga bahan baku benang impor saat ini juga sudah naik. Dia pun menggangap wajar jika sebagian besar pengrajin batik dan tenun sarung tidak bisa bertahan karena ketidakmampuan membeli bahan baku kain.

Saat ini harga bahan baku benang rayon USD1,8 per kilogram (kg). Sebelumnya hanya USD1,2 per kg. Hal tersebut diperparah dengan nilai dolar yang terus menerus naik. "Akibatnya, harga bahan baku terus menerus naik, sementara harga jual menggunakan rupiah," kata Umi.

Di kawasan Pantura, Tegal hingga Pekalongan, menurut umi sedikitnya ada sekitar 2.000 pengrajin kecil maupun besar yang mengantungkan hidupnya pada usaha kerajinan batik dan sarung tenun. Kini, sebagian dari mereka sudah menghentikan usahanya sambil menunggu turunnya harga dolar. ( Batik Cirebon )

Sabtu, 14 Maret 2015

Batik Cirebon - Rupiah Anjlok, Industri Batik Di Pekalongan Terpuruk

Batik Cirebon - Industri batik Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kian terpuruk terkait merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Pekalongan Failasuf.

"Biaya produksi batik yang kian tinggi akibat merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak negatif terhadap perajin batik karena mereka masih mendatang bahan baku dari luar negeri," katanya di Pekalongan, Kamis.

Ia mengatakan sudah dua bulan terakhir ini nilai rupiah terus melemah hingga pada titik sekitar Rp13 ribu per dolar Amerika Serikat.

Batik Cirebon - Kondisi seperti itu, kata dia, mengakibatkan para produsen batik resah karena biaya produksi secara otomatis naik menyusul menurunnya rupiah terhadap mata uang dollar AS.

"Sudah dua bulan dollar AS terus naik, puncaknya sekarang hingga mencapai Rp13.250. Yang jelas, dampaknya pada biaya produksi batik," katanya.

Menurut dia, sejumlah bahan baku batik impor yang dibeli para produsen batik, antara sutera, katun hingga obat pewarna.

"Bahan baku tersebut masih diimpor dari luar negeri yang transaksinya menggunakan dollar sehingga biaya produksi naik dan sepatutnya harga jual juga ikut naik. Akan tetapi, daya beli masyarakat masih utuh sehingga berimbas omzet penjualan batik turun," katanya.

Ia menambahkan keterpurukan perajin batik juga dihadapkan pada kondisi turun hujan yang masih sering mengguyur wilayah Pekalongan sehingga aktivitas pewarnaan batik akan terganggu.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho mengatakan dalam sabulan terakhir ini ada tren kenaikan bahan baku batik paskamerosotnya nilai rupiah terhadap dollar AS.

"Margin produsen batik makin tertekan. Akan tetapi produksi mahal, belum tentu diikuti dengan harga jual jika melihat daya beli konsumen di pasar," katanya.( Batik Cirebon )

Jumat, 13 Maret 2015

Ini Salah Satu Motif Khas Cianjur yaitu Motif Gunung Padang

batik cirebon
Ini Salah Satu Motif Khas Cianjur yaitu Motif Gunung Padang
Batik Cirebon - Kabupaten Cianjur untuk pertama kalinya menjadi daerah di Jawa Barat (Jabar) yang meraih penghargaan dari Pusat Penghargaan Indonesia (PPI) untuk kategori The Best Trading of The Year karena penjualan batik khas Cianjuran. Hal itu dikatakan Ketua Bale Niaga Cianjur, Harry M Sastrakusumah, ketika ditemui di kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur, Kamis (12/3).

"Ini bisa jadi sebuah hal yang cukup membanggakan bagi masyarakat Cianjur karena kita merupakan satu dari empat kabupaten di Jawa Barat yang mendapatkan sebuah penghargaan prestisius tingkat nasional," ujar Harry ketika berbincang dengan Tribun.

Harry mengatakan, penghargaan itu diterima Kabupaten Cianjur yang diwakili Bale Niaga melalui ajang Indonesia Bussines Award Winner 2015 di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jumat 6 Maret 2015. Menurutnya, ada 19 kota/kabupaten di Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari PPI dengan berbagai kategori.

"Kami sendiri sebenarnya tidak menyangka karena bisa dinyatakan sebagai salah satu pemenang dalam katergori tersebut. Apalagi Batik Cianjuran sendiri itu sebenarnya masih seumur jagung," ujar Harry.

Batik Cirebon - Menurut Harry, faktor utama Kabupaten Cianjur mendapatkan penghargaan itu dipicu tingginya upaya pelestarian Batik Cianjuran. Meski batik khas Cianjur itu baru seumur jagung, batik karya warga Kabupaten Cianjur ternyata mendapatkan perhatian dan pengakuan yang cukup tinggi di tingkat nasional.

"Selain itu kesadaran masyarakatnya dalam menggunakan batik juga sudah tinggi meski belum 100 persen. Hal itu bisa dilihat dari seragam batik di tingkat SD sampai dewasa. Desainnya sendiri merupakan hasil karya siswa. Terakhir murid PAUD dan TK yang membuat desain batik untuk seragam mereka sendiri," ujar Harry.

Dengan adanya penghargaan itu, ujar Harry, warga Kabupaten Cianjur harus lebih termotivasi untuk terus melestarikan batik khas Cianjuran. Bukan hanya di Kabupaten Cianjur saja, melainkan hingga ke tingkat nasional. Penghargaan itu pun sebagai bukti jika Batik Cianjuran memiliki potensi yang cukup tinggi dan tidak kalah dengan kota penghasil batik lainnya, yakni Yogyakarta, Solo, Pekalongan dan Cirebon.

"Kami pada akan melakukan pelatiahan membatik di 32 kecamatan yang dimulai 26 Maret 2015 nanti. Pelaksanaannya satu minggu untuk satu kecamatan. Masing-masing kecamatan pelatihannya tiga hari," ujar Harry.( Batik Cirebon )

Kamis, 12 Maret 2015

Batik Cirebon - Kreasikan Batik Tulis ke Dalam Sepatu dan Tas

batik cirebon
Hasil Kreasi Batik Yang Di Terapkan Di Sepatu dan Tas
Batik Cirebon - Tepat pada 9 Maret 2015, Willy Filosofia memperkenalkan Sofia Collection dengan produk tas dan sepatu batik sebagai produk unggulannya. 

Terbuat dari bahan kulit domba dengan kreasi batik tulis, Sofia Collection menyematkan kesan eksklusif dan limited edition pada setiap produk tas dan sepatu, dengan harga rata-rata dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Keunikan batik Nusantara memang selalu mampu membius siapa pun yang melihatnya. Corak dan warnanya yang khas dan mencirikan masing-masing daerah. Membuat batik Nusantara khususnya batik tulis selalu menjadi incaran setiap orang untuk mengeksplornya.

Batik Cirebon - Sofia merasa miris melihat batik-batik yang saat ini beredar bukanlah benar-benar batik asli Indonesia. Oleh karena itulah wanita yang gemar menari belly ini, memilih batik tulis untuk setiap karyanya karena eksklusif dan limited edition.

“Batik asli itu adalah batik yang dilukis, diwarnai dengan para pengrajin dan desainer batik Indonesia, yang jadi salah batiknya digunakan untuk batik printing,” kata Willy Filosofia, owner Sofia Collection.

Dengan mengangkat tema pesona warna batik Nusantara, wanita berusia 39 tahun tersebut memperkenalkan delapan koleksi sepatu dengan model boots, wedges, higheels dan 11 tas batik yang diperagakan oleh keempat modelnya.

Terbuat dari kulit domba yang bersifat lentur dan elastis, Sofia Collection memilih batik tulis Cirebon dan batik tulis Papua untuk mayoritas produknya. Seperti tas My Reena yang terbuat dari batik Cirebon dengan motif Mega Mendung, dan tas terbuat dari batik Papua dengan motif burung Cenderawasih.( Batik Cirebon )

Rabu, 11 Maret 2015

Batik Cirebon - Kini Cirebon Akan Hadir Pasar Batik

Batik Cirebon
Pasar Batik Trusmi jika dilihat dari arah depan
Batik Cirebon - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon membangun sebuah pasar yang secara khusus menjual hasil kreasi para pembatik setempat. Pasar Batik Trusmi namanya. Pasar yang terletak di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon ini dibuka pada 2 April.

“Semuanya sudah siap, nanti akan kita launching 2 April,” ujar Kepala Pasar Batik Trusmi, Ismaya, kepada Metrotvnews.com, Selasa (10/3/2015).

Pasar Batik Trusmi memiliki sebanyak 112 kios. Semuanya, kata Ismaya, sudah siap ditempati dan masing-masing kunci sudah diserahkan kepada pemiliknya.

“Kemarin kami bersama Asosiasi Pengrajin Batik Trusmi telah mengundi kios-kios tersebut kepada para pengrajin batik. Setiap orang mengambil kartu yang disediakan kemudian mengacu pada nomor yang tertera langsung diberikan kunci yang sesuai,” katanya.

Batik Cirebon - Salah satu pemilik kios, Kursa, menilai harga sewa Pasar Batik Trusmi relatif murah. Pria 58 tahun itu mendapatkan kios di bagian tengah dan cukup membayar uang sewa sebesar Rp450 ribu per tahun.

“Ukuran lebar kios 3x4 meter dan nanti setiap harinya hanya membayar uang kebersihan dan keamanan, kalau yang di bagian depan itu sewanya Rp750 ribu dalam setahun,” ujar Kursa.

Sebelumnya, pemasaran batik Mega Mendung andalan Cirebon hanya terpusat di Desa Trusmi, Kecamatan Plered dengan bentuk butik sekaligus tempat produksi. Adanya pasar batik secara khusus, Pemkab Cirebon berharap masyarakat dapat berbelanja ataupun sekadar melihat-lihat dengan jarak yang tidak begitu jauh antara satu toko dengan toko lainnya.(Batik Cirebon)

Selasa, 10 Maret 2015

Batik Cirebon - Presiden Jokowi dan Batik Tulis Samin

Batik Cirebon - Ada yang menarik saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke perkampungan warga Samin yang ada di Dusun Karangpace Desa Klopoduwur, Blora Sabtu (7/3) terkecuali bersilaturahmi dengan warga juga hampir memborong batik catat yang di produksi oleh orang-orang di dusun itu.

"Saya saksikan di kembangkan batik sedulur sikep, batik Samin, tadi ditangani telah bagus sekali, kelak saya borong. Saya tentukan yang warnanya pas dengan saya serta Bu Jokowi, " kata Presiden waktu berdialog dengan warga yang sudah berkumpul di Pendopo Dusun Karangpace.

Batik Cirebon - Presiden Joko Widodo memanglah di kenal suka kenakan baju batik lengan panjang dalam beragam peluang, terkecuali baju warna putih sebagai ciri khasnya.

Batik corak sedulur sikep yang dibeli Presiden serta Ibu negara diantaranya berwarna biru dengan gambar bangunan khas orang-orang Samin, adapula batik berwarna hijau serta cokelat dan ungu tua dengan motif dedaunan.

"Ini seluruhnya dibeli Pak Presiden, " kata seseorang pengrajin batik pada wartawan yang ajukan pertanyaan tentang batik yang dipamerkan tidak jauh dari pendopo pertemuan.

Batik Cirebon - Salah satu tokoh orang-orang dusun Karangpace yang menyongsong kehadiran Presiden menyampaikan, kunjungan kesempatan ini adalah kunjungan Presiden RI yang ke-2 kalinya sesudah berpuluh th. waktu lalu Presiden Soekarno lakukan hal yang sama.

Warga mengharapkan kunjungan Presiden serta Ibu Negara Iriana dapat lihat segera lokasi dusun di seputar serta menolong perbaikan beberapa fasilitas infrastruktur.

Presiden dalam pertemuan yang berjalan seputar 45 menit itu mengemukakan perkataan terima kasih atas peran orang-orang Samin yang melestarikan budaya serta pelihara kelestarian alam.

"Saya hargai apa yang telah dikerjakan sedulur sikep di Kampung Karangpace, ingin melindungi budaya kebiasaan serta melindungi segalanya yang terkait dengan budaya mulia dari turun temurun dipertahankan. Ini jadi ciri-ciri kita, " kata Presiden. ( Batik Cirebon )

Senin, 09 Maret 2015

Batik Cirebon - Tren Kain Batik Dipadu Ornamen Batu Swaroski

Batik Cirebon - Rancangan gaun dengan gabungan hiasan ornament batu swaroski karya Dyan Nugrah, fashion designer sekalian make-up artist mengemukakan dalam berbusana muslim dapat memakai kebaya memiliki konsep pesta serta tidak meninggalkan kesan moderen seperti yang pernah diperkenalkan dalam arena " Sparkling Party Musim Kebaya " di Mall Ciputra World Surabaya.

Dyan mengungkap kombinasi ornament swaroski, payet jepang bordir, tulle prancis, memberi kesan menawan serta eksklusif pada balutan kain terbuat berbahan saten lujes.

Batik Cirebon - “Ada 8 type kebaya yang di desain ready to ware (baju siap gunakan), sebutnya. Nuansa simpel nan menawan dan gabungan polos memberi kesan krenda serta lebih enteng untuk penggunanya, ” katanya, Rabu (4/3).

Diluar itu, lanjut dia baju ini dapat dapat dikenakan pada acara-acara gala dinner (pesta makan malam). Pembuatannya sendiri diperlukan finishing 4 hari penyelesaiannya. Kesan pewarnaan pada edisi swaroski, terdiri sebagian corak menguasai seperti biru, merah, ijo toska, ungu, coklat, putih serta hijau.

"Juga sebagai fashion designer yang juga mengatasi make-up artis. Sedang dari segi make-up sebagai ciri khas yaitu senantiasa mengoreksi bentuk mata yang kurang ideal. Berarti tanpa ada mesti tutup mata, dapat tampak anggun serta terlihat menakjubkan, " tegasnya.

Menurut dia, trend make-up 2015 menonjolkan warna bibir yang lebih berani, seperti shoking pink, merah darah, ungu serta fusya (condong ke warna pink) agar tampak alami.

Koleksi karya yang telah dimulai mulai sejak 10 th. pada motif kebaya. " Bikin saya tertantang dengan sekalian menerjuni bagian make-up tata rias muka sepanjang 4 th., terkecuali dari pada hoby menggambar lebih dahulu, " paparnya.

Batik Cirebon - Inspirasi dan kreatifitas baru dengan tak meninggalkan ciri khasnya, lanjut dia, yaitu gabungan hiasan swaroski dan pernak-pernik rambut sampai pakaian adalah rencana menggabungkan manca serta lokal seperti batik dengan tulle prancis. Serta terus jadi gaun elegan terkesan menawan eksklusif.

"Makin memperkuat jati diri bangsa, mesti ditandai dengan timbulnya inspirasi kreatif. Beberapa hal untuk dapatkan ide baru salah satunya lewat film, traveling, kebiasaan budaya dan mengambil corak serta motif gaun tersebut. Seluruhnya saya lakukan sendiri mulai pemotongan, bikin pola serta menjahit optimal 3 hari usai, " akunya. Dyan menyatakan, unsur manca serta muatan lokal yang tertuang pada baju kebaya menguatkan corak serta ciri-ciri ciri khas sendiri yaitu kain batik dengan tulle prancis.

"Pada prinsipnya, pembuatan sanggul serta langkah pelaksanaannya lebih cepat. Karena sepanjang masih tetap dapat dipelajari tak ada kata tak dapat serta tidak mudah menyerah, dengan dibekali tekad serta semangat bersungguh-sungguh mau maju serta berkembang ikuti ketekunan trend mode, " ujarnya. ( Batik Cirebon )

Minggu, 08 Maret 2015

Batik Cirebon - Batik Dengan Pewarna Alam Banyak Diminati

Batik Cirebon - Batik dengan pewarna alam banyak diminati oleh pasar asing lantaran lebih aman untuk kesehatan, kata Manajer Perdagangan, Kursus, serta Pusat Info Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Jateng Gendut Marjoko.

"Sampai kini batik dengan pewarna alam satu diantaranya indigo memanglah banyak diminati oleh konsumen asing, salah satunya dari Singapura serta Malaysia, " tuturnya di Semarang, Selasa.

Menurutnya, beberapa konsumen dari pasar asing mengakui memprioritaskan keramahan lingkungan untuk seluruhnya product yang digunakannya, satu diantaranya batik.

Batik Cirebon - Oleh karenanya, pihaknya mensupport program Pemerintah Propinsi Jateng lewat Dinas Perindustrian serta Perdagangan (Diperindag) untuk lebih memaksimalkan bahan baku lokal, satu diantaranya pewarna batik dari pada mesti mengimpornya.

"Memanglah sampai kini ada banyak pengrajin batik yang mengimpor bahan baku untuk pewarna, namun yang telah memakai bahan baku lokal juga makin banyak, " tuturnya.

Ia menyampaikan untuk memberi sosialisasi pada beberapa perajin lokal, selama ini Kadin belum di ajak koordinasi oleh Disperindag untuk lakukan sosialisasi itu.

"Walau belum ada koordinasi dari Disperindag tetapi kami sangatlah mensupport langkah pemerintah itu, terkecuali lebih aman, usaha ini dapat untuk kurangi ketergantungan industri kita pada impor bahan baku, " tuturnya.

Batik Cirebon - Kepala Disperindag Jateng Prijo Anggoro menyampaikan pada th. ini Jateng masih tetap mengunggulkan ekspor product batik.

Untuk tingkatkan nilai ekspor, pihaknya mengimbau pada beberapa perajin batik untuk lebih memaksimalkan bahan baku lokal hingga impor bahan baku untuk batik dapat lebih diminimalisir.

"Dengan semakin banyak memakai sumber daya alam lokal jadi dapat menghimpit nilai impor Jateng keseluruhannya, " tuturnya.

Pihaknya juga mengharapkan beberapa perajin lebih memerhatikan kelestarian lingkungan, satu diantaranya dengan memakai bahan baku yang ramah lingkungan, seperti umpamanya pewarna batik dari alam. ( Batik Cirebon  )

Sabtu, 07 Maret 2015

Batik Cirebon - Kadin Pasarkan Batik Ke Singapura

Batik Cirebon - Kamar dagang serta industri (Kadin) Jawa Tengah coba pasarkan batik ke Singapura, kata Manajer Perdagangan, Kursus, serta Pusat Info Kadin Jateng, Gendut Marjoko.

"Sampai kini kami banyak mengekspor batik ke Malaysia, untuk th. ini kami bakal coba pasar di Singapura, " tuturnya di Semarang, Jumat (6/3).

Walau sekian pihaknya terus berusaha tingkatkan jumlah ekspor batik ke Malaysia. Untuk menguatkan pemasaran di dua negara itu, Kadin Jateng lakukan kerja sama juga dengan Kadin Melayu Singapura serta Kadin Malaysia untuk penjualan lewat e-commerce atau umum dimaksud penjualan on-line.

Batik Cirebon - Menurutnya, penandatanganan kerja sama itu gagasannya bakal dikerjakan pada bln. April yang akan datang. Diinginkan, lewat kerja sama itu makin memperluas pasar ekspor batik dari Jawa Tengah.

"Kami berasumsi Singapura punya potensi jadi pasar yang besar untuk product batik kita mengingat banyak dari warga negara itu adalah orang Melayu, jadi seleranya nyaris sama, " tuturnya.

Batik Cirebon - Pihaknya mengharapkan supaya beberapa pengrajin batik di Jateng dapat tingkatkan produksi lantaran ke depan mereka mesti penuhi product ke semakin banyak pasar.

"Diinginkan beberapa pengrajin yang masih juga dalam taraf kecil dapat selekasnya lakukan ekspor sendiri hingga keuntungannya semakin besar, bila saat ini kan untuk pengrajin kecil masih tetap kami ikutkan pada pengrajin besar yang kebetulan lakukan ekspor, " tuturnya.

Disamping itu, terkecuali batik pasar asing juga meminati kain Troso dari Jepara. Bahkan juga, banyak keinginan datang dari Australia.

"Sesudah menjajal Singapura, ke depan kami akan coba pasar Australia. Pada intinya kami cuma membukakan peluang untuk pelaku usaha kecil terutama batik serta kain kerajinan tangan yang lain dari Jateng, untuk setelah itu kerja sama itu dikerjakan sendiri oleh pelaku usaha dengan pasar, " tuturnya. ( Batik Cirebon )

Jumat, 06 Maret 2015

Batik Cirebon - Plesir ke Desa Wisata Batik Kliwonan

batik cirebon
Ilustrasi - Perajin sedang menyelesaikan kain batik di Desa Pilang, Masaran Sragen, kawasan pinggiran kali Bangawan Solo tersebut merupakan sentra industri batik rumahan.
Batik Cirebon - Saat Anda berkunjung ke Sragen maka singgahlah ke Desa Kliwonan dan Desa Pilang Kecamatan Masaran untuk melihat industri batik. Dengan datang ke Desa Wisata Batik Kliwonan berarti Anda telah mendatangi langsung pengrajin batik yang ‘sesungguhnya’.

Dikutip dari Indonesia Travel, banyak pengusaha batik terkenal yang mengambil batik dari pengrajin di desa ini kemudian memberi labelnya sendiri.

Desa Wisata Batik Kliwonan merupakan kawasan ekoturisme berkelanjutan dengan pemberdayaan warga lokal untuk mengangkat potensi ekonomi, keunikan, dan kearifan lokal dengan memperhatikan keseimbangan ekologi.

Anda dapat menikmati aktivitas wisata belanja batik berkualitas tinggi dengan harga murah. Berwisata sambil belajar membatik selama 3 jam dengan mendalam, belajar membuat gerabah sawah, mengenal proses bertani, wisata kuliner makanan khas desa, menjelajah desa, hingga fotografi alam. Desa ini menjamin hasrat wisata alam maupun wisata belanja Anda terpuaskan.

Bagi Anda yang berminat mendalami batik secara serius dan profesional, maka dapat mengikuti pelatihan membatik untuk profesional selama 5 hari. Di sini Anda akan belajar teknik dasar pembatikan secara singkat dan cepat. Hasil belajar membatik dapat dibawa pulang.

Ada juga edukasi herbal, dimana Anda dapat mempelajari jenis-jenis tanaman herbal dan cara pemanfaatannya. Temukan lokasinya di Homestay Mbak Puji Dukuh Kuyang Desa Kliwonan. Sewa untuk menginap Rp40 ribu per orang satu hari.

Di sini juga ada pembuatan kerajinan tanah liat hitam.  Anda dapat melihat langsung pembuatan kerajinan tanah liat hitam yang semakin langka. Bagi penggemar kegiatan memancing maka Anda dapat mencoba memancing di kolam buatan dan bahkan memancing di Sungai Bengawan Solo yang legendaris.

Batik Cirebon - Inilah kesempatan Anda untuk melihat sentra industri batik selain 3 yang sudah terkenal yaitu Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan. Kabupaten Sragen menjadi sentra produksi batik terbesar setelah Pekalongan dan Surakarta. Kabupaten Sragen memiliki dua sub-sentra batik yakni Kecamatan Plupuh dan Masaran.

Di kedua tempat tersebut ada desa penghasil batik. Letak keduanya berdekatan, saling berseberangan di sisi utara dan selatan Sungai Bengawan Solo. Berada di pinggiran sungai, kawasan ini juga dikenal dengan sebutan batik girli (Pinggir Kali). Ada juga yang mengenalnya dengan sebutan batik kliwonan, karena mengambil nama salah satu desa produsen yang berlokasi di Kecamatan Masaran.
Di Sentra Batik Kliwonan ada sekitar 85 Usaha Kecil Menengah yang telah menyerap 5000 tenaga pembuat batik. Secara keseluruhan ada sekitar 15.000 pembuat batik tersebar di semua wilayah Kabupaten Sragen.

Dalam setahun mereka mampu menghasilkan batik jenis katun sebanyak 50.000 potong dan batik jenis sutera dari alat tenun, sebanyak 365.000 potong. Batik yang dihasilkan dari sentra industri tersebut kemudian disetorkan ke pengusaha batik solo dan diberi label pengepul ataupun dijual langsung ke pemilik kios di Pasar Klewer Solo.

Batik Cirebon - Sekarang, sentra batik girli menjadi kawasan wisata terpadu dengan nama Desa Wisata Batik Kliwonan. Kawasan desa wisata batik ini diarahkan menjadi kawasan kunjungan wisata, pusat pengembangan, pelatihan, dan pemasaran batik khas Sragen.

Motif batik Sragen identik dengan batik Solo dan batik Yogyakarta. Sebab, para pionir pengusaha batik Sragen adalah buruh juragan batik di Solo. Perbedaannya batik sragen cenderung berwarna dasar lebih terang dan motifnya memadukan corak baku atau klasik dengan gambar flora fauna.

Dari sini bawalah pulang buah tangan khasnya mulai dari kerajinan kain perca batik berupa tas, dompet cantik, bantal hias, hingga selimut. Ada juga kerajinan grabah ndeso yang terbuat dari tanah liat hitam dengan tekstur kasar, namun antik dan eksotis berupa tempayan air, pot bunga, dan kuali.

Anda juga dapat membeli kerajinan sangkar burung yang cantik di sini. Ini merupakan hasil olahan dari kekayaan bambu yang melimpah dari tepian Sungai Bengawan Solo.

Kunjungan Anda sangat sempurna saat digelarnya Festival Desa Batik di Sragen setiap bulan Agustus-November tiap tahunnya.

Sebuah acara yang memadukan tradisi agraris dan keterampilan membatik sehingga menghasilkan acara menarik dan unik untuk disaksikan. Digelar setiap bulan Agustus-November tiap tahunnya.

Di Festival Desa Batik Sragen, Anda akan menjumpai beragam atraksi menarik di antaranya: pawai hasil pertanian, pawai alat pertanian berhias batik, pawai hewan ternak berhias batik, pawai lampion batik, lomba desain batik, balapan mencanting, pawai orang-orangan (memedi) sawah, pawai caping lukis batik, dan sebagainya.

Di sini ada juga berbagai pertunjukan kesenian seperti sandiwara,  kesenian musik kentongan, dan nasyid bocah. Puncak acaranya ditutup pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.
Awalnya festival ini adalah event bersih desa sebagai wujud syukur warga desa atas panen padi yang melimpah. Berikutnya acara ini mengalami berbagai modifikasi sehingga memasukkan unsur batik ke dalam pesta panen.( Batik Cirebon )